<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9163754954903590001</id><updated>2011-11-27T15:37:16.531-08:00</updated><title type='text'>T U P O S</title><subtitle type='html'>Tupos dalam bahasa Yunani artinya Teladan atau Contoh yang jadi Panutan.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tupos1.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Giant-OZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06354006090747456177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_MedHapV_GYs/SvFJWWOA-TI/AAAAAAAAADM/SQ-DIJlej7k/S220/tes+5.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9163754954903590001.post-8376641736154944657</id><published>2010-05-31T02:48:00.000-07:00</published><updated>2010-05-31T02:54:39.162-07:00</updated><title type='text'>A brilliant story</title><content type='html'>Ada sebuah perusahaan besar di Indonesia (anda tahu Astra Internasional bukan?) yang sedang mencari karyawan. Dalam tes tertulisnya, mereka hanya memberikan satu kasus untuk dijawab: Anda sedang mengendarai motor ditengah malam gelap gulita dan hujan lebat di sebuah daerah yang penduduknya sedang diungsikan semuanya karena bencana banjir. Pemerintah setempat hanya bisa memberikan bantuan 1 buah bis yang saat ini juga sedang mengangkut orang-orang ke kota terdekat. Saat itu juga Anda melewati sebuah perhentian Bis satu-satunya didaerah itu. Di perhentian Bis itu Anda melihat 3 orang yang merupakan orang terakhir di daerah itu yang sedang menunggu kedatangan Bis :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Seorang nenek tua yang sekarat&lt;br /&gt;- Seorang dokter yang pernah menyelamatkan hidup Anda sebelumnya.&lt;br /&gt;- Seseorang yang selama ini menjadi idaman hati Anda dan akhirnya Anda temukan. &lt;br /&gt;Anda hanya bisa mengajak satu orang untuk membonceng Anda, siapakah yang akan Anda ajak ? Dan jelaskan jawaban Anda mengapa Anda melakukan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Anda menjawab, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya Anda menolong nenek tua itu dulu karena dia sudah sekarat.&lt;br /&gt;Jika tidak segera ditolong akan meninggal. Namun, kalo dipikir-pikir, orang yang sudah tua memang sudah mendekati ajalnya. Sedangkan yang lainnya masih sangat muda dan harapan hidup kedepannya masih panjang.&lt;br /&gt;Dokter itu pernah menyelamatkan hidup Anda. Inilah saat yang tepat untuk membalas budi kepada nya. Tapi kalo dipikir, kalo sekedar membalas budi bisa lain waktu khan. Namun,kita tidak akan pernah tau kapan kita mendapatkan kesempatan itu lagi. Mendapatkan idaman hati adalah hal yang sangat langka. Jika kali ini Anda lewatkan, mungkin Anda tidak akan pernah ketemu dia lagi. Dan impian Anda akan kandas selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi yang mana yang Anda pilih ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab dulu sesuai naluri, nalar &amp; kata hati anda dulu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru buka contekannya dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayaknya banyak dari antara anda yg akan salah menjawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk direnungkan saja (ndak usah serius-serius amat):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekitar 2000-an orang pelamar hanya 1 orang yang diterima bekerja di perusahaan itu. Orang tersebut tidak menjelaskan jawabannya, hanya menulis dengan singkat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya akan memberikan kunci motor saya kepada sang dokter dan meminta dia untuk membawa nenek tua yang sedang sekarat tersebut untuk ditolong segera. Sedangkan saya sendiri akan tetap tinggal disana dengan sang idaman hati saya untuk menunggu Bis kembali menolong kami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sang HRD yg mulai kecewa dgn hasil seleksinya (sebab banyak yang gagal dan penjelasannya tidak memuaskan, egois, tidak perduli sesama dsb.) akhirnya lega sekali. Tugasnya selesai...sudah ditemukannya sang calon karyawan tersebut. Dan diterimanyalah calon karyawan tersebut dan langsung mendapat kualifikasi smart &amp; brilliant employee, prospectfull career".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MESSAGE:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang... dengan rela untuk melepaskan sesuatu yang kita miliki,mengakui segala keterbatasan yang kita miliki dan melepaskan semua keinginan kita untuk sesuatu yang lebih mulia, kita akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih besar......dan lebih ....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9163754954903590001-8376641736154944657?l=tupos1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tupos1.blogspot.com/feeds/8376641736154944657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2010/05/brilliant-story.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/8376641736154944657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/8376641736154944657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2010/05/brilliant-story.html' title='A brilliant story'/><author><name>Giant-OZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06354006090747456177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_MedHapV_GYs/SvFJWWOA-TI/AAAAAAAAADM/SQ-DIJlej7k/S220/tes+5.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9163754954903590001.post-5931389596318550987</id><published>2009-11-04T01:46:00.000-08:00</published><updated>2009-11-04T02:05:21.796-08:00</updated><title type='text'>Ibu Bermata Satu</title><content type='html'>Ibuku hanya memiliki satu mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membencinya sungguh memalukan. Ia menjadi juru masak di sekolah, untuk membiayai keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ketika aku masih SD, ibuku datang. Aku sangat malu. Mengapa ia lakukan ini? Aku memandangnya dengan penuh kebencian dan melarikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya di sekolah. "Ibumu hanya punya satu mata?!?!" Ieeeeee, jerit seorang temanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berharap ibuku lenyap dari muka bumi. Ujarku pada ibu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bu. Mengapa Ibu tidak punya satu mata lainnya? Kalau Ibu hanya ingin membuatku ditertawakan, lebih baik Ibu mati saja!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibuku tidak menyahut. Aku merasa agak tidak enak, tapi pada saat yang bersamaan, lega rasanya sudah mengungkapkan apa yang ingin sekali kukatakan selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena Ibu tidak menghukumku, tapi aku tak berpikir sama sekali bahwa perasaannya sangat terluka karenaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu..Aku terbangun dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibuku sedang menangis, tanpa suara, seakan-akan ia takut aku akan terbangun karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memandangku sejenak, dan kemudian berlalu. Akibat perkataanku tadi, hatinya tertusuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun begitu, aku membenci ibuku yang sedang menangis dengan satu matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku akan tumbuh dewasa dan menjadi orang yang sukses. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku belajar dengan tekun. Kutinggalkan ibuku dan pergi ke Singapura untuk menuntut ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku pun menikah. Aku membeli rumah. Kemudian akupun memiliki anak. Kini aku hidup dengan bahagia sebagai seorang yang sukses. Aku menyukai tempat tinggalku karena tidak membuatku teringat akan ibuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagian ini bertambah terus dan terus, ketika..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa?! Siapa ini?! Itu ibuku. Masih dengan satu matanya. Seakan-akan langit runtuh menimpaku. Bahkan anak-anakku berlari ketakutan, ngeri melihat mata Ibuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kataku, "Siapa kamu?! Aku tak kenal dirimu!!" Untuk membuatnya lebih dramatis, aku berteriak padanya, "Berani-beraninya kamu datang ke sini dan menakuti anak-anakku!!" "KELUAR DARI SINI! SEKARANG!!"Ibuku hanya menjawab perlahan, "Oh, maaf. Sepertinya saya salah alamat," dan ia pun berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung saja ia tidak mengenaliku. Aku sungguh lega.Aku tak peduli lagi. Akupun menjadi sangat lega. Suatu hari, sepucuk surat undangan reuni sekolah tiba di rumahku di Singapura. Aku berbohong pada istriku bahwa aku ada urusan kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun pergi ke sana .. Setelah reuni, aku mampir ke gubuk tua, yang dulu aku sebut rumah.. Hanya ingin tahu saja. Di sana , kutemukan ibuku tergeletak dilantai yang dingin. Namun aku tak meneteskan air mata sedikit pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada selembar kertas di tangannya. Sepucuk surat untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anakku..Kurasa hidupku sudah cukup panjang.. Dan..aku tidak akan pergi ke Singapura lagi.. Namun apakah berlebihan jika aku ingin kau menjengukku sesekali? Aku sangat merindukanmu. Dan aku sangat gembira ketika tahu kau akan datang ke reuni itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kuputuskan aku tidak pergi ke sekolah. Demi kau.. Dan aku minta maaf karena hanya membuatmu malu dengan satu mataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tahu, ketika kau masih sangat kecil, kau mengalami kecelakaan dan kehilangan satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku tak tahan melihatmu tumbuh hanya dengan satu mata. Maka aku berikan mataku untukmu.Aku sangat bangga padamu yang telah melihat seluruh dunia untukku, ditempatku, dengan mata itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak pernah marah atas semua kelakuanmu.Ketika kau marah padaku.. Aku hanya membatin sendiri, "Itu karena ia mencintaiku" Anakku!  Oh, anakku!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan ini memiliki arti yang mendalam dan disebarkan agar orang ingat bahwa kebaikan yang mereka nikmati itu adalah karena kebaikan orang lain secara langsung maupun tak langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhentilah sejenak dan renungi hidupAnda! Bersyukurlah atas apa yang Anda miliki sekarang dibandingkan apa yang tidak dimiliki oleh jutaan orang lain!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luangkan waktu untuk mendoakan ibu Anda!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9163754954903590001-5931389596318550987?l=tupos1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tupos1.blogspot.com/feeds/5931389596318550987/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/11/ibu-bermata-satu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/5931389596318550987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/5931389596318550987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/11/ibu-bermata-satu.html' title='Ibu Bermata Satu'/><author><name>Giant-OZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06354006090747456177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_MedHapV_GYs/SvFJWWOA-TI/AAAAAAAAADM/SQ-DIJlej7k/S220/tes+5.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9163754954903590001.post-4951709514446939263</id><published>2009-11-04T01:37:00.000-08:00</published><updated>2009-11-04T01:45:37.165-08:00</updated><title type='text'>Baca kalau kamu punya waktu khusus buat Tuhan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Suatu hari Setan dan Yesus sedang ngobrol bareng.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setan baru dikeluarkan dari Taman Eden , dan ia sedang BT...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Iya, sir, saya baru melihat dunia dengan banyak manusia d bawah sana . Saya(Setan) memasang perangkap dan menggunakan umpan. Saya yakin mereka ga bisa menolaknya. Saya akan mendapatkan mereka semua!"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yesus bertanya "Apa yang akan kamu lakukan kepada mereka?".&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setan menjawab "Oh, saya akan bersenang"!. Saya kan mengajar mereka bagaimana untuk menikah dan bercerai dengan sesamanya, bagaimana juga untuk membenci sesamanya, bagaimana untuk mabok, merokok, dan mengutuk. Saya kan mengajar mereka bagaimana cara membuat senjata, bom, dan cara membunuh sesamanya.. Saya benar" akan bersenang!"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yesus bertanya "Dan apa yg akan kamu lakukan ketika semua itu telah kamu ajarkan kepada mereka?".&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kata Setan dengan bangga "Oh, saya akan bunuh mereka,"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yesus bertanya "Berapa harga yang harus dibayar untuk menebus mereka?"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jawab Setan "Oh, Kamu tidak akan menginginkan mereka. Ga ada bagusnya mereka.Lihat, Kamu akan mengambil mereka dan mereka akan membenciMu. Mereka meludahiMu, mengutukMu dan membunuhMu. Kamu tidak akan menginginkan mereka!!"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yesus bertanya lagi "Berapa harganya?"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setan melihat Tuhan dan berkata "Semua darah, air mata, dan hidupMu."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yesus berkata dengan tegas "BAIK!".&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lalu Ia membayar harga tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Bukankah lucu bagaimana manusia semudah itu membuang Tuhan dan bertanya kenapa dunia seperti NERAKA?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Bukankah lucu bagaimana seseorg berkata "Saya percaya kepada Yesus" tapi tetap mengikuti jalan Setan? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Bukankah lucu bagaimana kamu bisa mempost kembali ribuan crita" lucu lewat bulentin board dan mereka tersebar dengan sangat cepat, tetapi ketika kamu mempost bulentin tentang Tuhan, kamu berpikir dua kali untuk membagikannya?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Bukankah lucu bagaimana Saya jadi tambah kuatir dengan apa yang orang lain pikir dari pada apa yang Tuhan pikir tentang saya?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Saya berdoa, buat semua yang mempost kembali bulentin ini, mereka akan diberkati melimpah oleh Tuhan dengan cara yang spesial untuk mreka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Dan kirimkan kembali buletin ini kepada mereka yang mengirimnya, agar mereka tahu bahwa buletin ini telah tersebar ke banyak org. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Dan Jika Kamu Cinta Kepada Tuhan... Dan, tidak malu kepada smua perbuatanNya yang ajaib yang telah diperbuatNya kepadamu..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9163754954903590001-4951709514446939263?l=tupos1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tupos1.blogspot.com/feeds/4951709514446939263/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/11/baca-kalau-kamu-punya-waktu-khusus-buat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/4951709514446939263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/4951709514446939263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/11/baca-kalau-kamu-punya-waktu-khusus-buat.html' title='Baca kalau kamu punya waktu khusus buat Tuhan'/><author><name>Giant-OZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06354006090747456177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_MedHapV_GYs/SvFJWWOA-TI/AAAAAAAAADM/SQ-DIJlej7k/S220/tes+5.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9163754954903590001.post-467812432724129935</id><published>2009-07-21T23:00:00.000-07:00</published><updated>2009-07-21T23:13:50.737-07:00</updated><title type='text'>I love my wife</title><content type='html'>Aku sdh menjalani hidup selama hampir 15 th (pacaran 8th dan merit 7th) sudah punya 1 anak (sedang program yang ke dua).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupanku berjalan mengalir saja, walau ada sedikit riak dalam kehidupan rumah&lt;br /&gt;tangga itu hal yg biasa. Ketika Cinta dan sex tidak lagi menjadi nomer 1 lagi, tetapi kami tetap punya komitment yang sama kuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitment untuk membersarkan anak2, menyekolahkannya sampai keluar negeri. Kita punya komitment membangun suatu Bisnis bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku sangat mendukung, Jika aku mulai Down Dia selalu ada disampingku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Godaan silih berganti, kadang aku jatuh, tapi aku bangun dan semakin menjadi kuat, Setiap SAAT (tiap detik, menit, jam, hari, tahun) adalah PERJUANGKAN untuk Diriku mempertahankan Rumah tanggaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku punya Banyak Teman Wanita, wajah dan fisik mereka banyak yg jauh lebih dari istriku ( kalo mau jujur sihhh..), Tetapi setelah aku mengenal mereka, ternyata mereka masih belum apa2, Tidak se matang dan sekuat Istriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun Istriku tidak secantik 12 th yang lalu ( waktu masih remaja) tapi Kekuatan dan kecantikan dalam dirinya terus bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia semakin matang, semakin pengertian. Saat Aku lelah dia memberi sandaran punggungnya buatKU. Dia menjaga Anak2ku dengan sangat baik ( walau kelihatannya berlebihan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku mulai ragu, Dia menyakinkanku untuk tetap maju Saat aku bercerita tentang teman wanitaku, Dia tersenyum tak ada kecemburuan dari matanya, Dia mendengarkan semua ceritaku .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kancing bajuku lepas, Dia menjahitnya ( walaupun aku punya pembantu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat batuk dan aku meringkuk dalam kedinginan , Dia menyelimutiku sama seperti Dia melakukannya untuk anak2ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku malas berdoa, Dia tidak menceramaiku. Dia cukup mengajarkan cara Berdoa untuk Anakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Godaan datang Dia memberiku semangat dan kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Pikiranku lelah, Dia memberiku sebuah Buku tentang Cinta , Aku berusaha menepisnya jauh2 , dan aku selalu berfikir , Kecantikan mereka akan hilang, hingga tak ada lagi yang&lt;br /&gt;tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita menghargai seseorang dari kecantikannya, maka kita akan mudah mendapatkannya, karena DIATAS LANGIT SELALU ADA LANGIT, Dan semuanya akan mudah hilang dengan berjalannya waktu. Tetapi saat kita menilai seseorang dari kekuatan HATI dan MIND maka kita akan sulit mencari tandingannya, Sesuatu yg tak lekang dan hilang di sapu waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berfikir dan membayangkan saat usiaku telah senja, saat Mata mulai rabun, saat kerut tak terhindar,saat kulit kering kerontang, saat rambut botak memutih, saat sesak nafasku dan berbau ,saat jalanku mulai terseok, saat Nafas terakhirku tiba . Cuma ada 1 orang yang tetap ada disisiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan seorang Gadis cantik nan molek bahkan bukan juga Kedua Anak tercintaku (mereka akan punya kehidupan yg perlu dilanjutkan), tetapi Seorang wanita Tua yg selalu tersenyum dan sabar menemaniku , Istri tercintaku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9163754954903590001-467812432724129935?l=tupos1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tupos1.blogspot.com/feeds/467812432724129935/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/07/i-love-my-wife.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/467812432724129935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/467812432724129935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/07/i-love-my-wife.html' title='I love my wife'/><author><name>Giant-OZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06354006090747456177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_MedHapV_GYs/SvFJWWOA-TI/AAAAAAAAADM/SQ-DIJlej7k/S220/tes+5.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9163754954903590001.post-6488299286917829470</id><published>2009-05-26T02:22:00.000-07:00</published><updated>2009-05-26T02:33:44.496-07:00</updated><title type='text'>BAHAGIA</title><content type='html'>JohnC Maxwell suatu ketika pernah didapuk menjadi seorang pembicara di sebuah seminar bersama istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia dan istrinya, Margaret, diminta menjadi pembicara pada beberapa sesi secara terpisah. Ketika Maxwell sedang menjadi pembicara , istrinya selalu duduk di barisan terdepan dan mendengarkan seminar suaminya. Sebaliknya, ketika Margaret sedang menjadi pembicara di salah satu sesi , suaminya selalu menemaninya dari bangku paling depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya , suatu ketika sang istri , Margaret , sedang menjadi pembicara di salah satu sesi seminar tentang kebahagiaan. Seperti biasa , Maxwell duduk di bangku paling depan dan mendengarkan. Dan di akhir sesi , semua pengunjung bertepuk tangan.Yang namanya seminar selalu ada interaksi dua arah dari peserta seminar juga kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disesi tanya jawab itu , setelah beberapa pertanyaan , seorang ibu mengacungkan tangannya untuk bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika diberikan kesempatan , pertanyaan ibu itu seperti ini, "Miss Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruhruangan langsung terdiam. Satu pertanyaan yang bagus. Dan semua peserta penasaran menunggu jawaban Margaret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Margaret tampak berpikir beberapa saat dan kemudian menjawab, "Tidak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh ruangan langsung terkejut. "Tidak," katanya sekali lagi, "JohnMaxwell tidak bisa membuatku bahagia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seisi ruangan langsung menoleh kearah Maxwell. Dan Maxwell juga menoleh-noleh mencari pintu keluar. Rasanya ingin cepat-cepat keluar. Malu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian , lanjut Margaret, "John Maxwell adalah seorang suami yang sangat baik. Ia tidak pernah berjudi, mabuk-mabukan, main serong. Ia setia, selalu memenuhi kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani. Tapi, tetap dia tidak bisa membuatku bahagia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba ada suara bertanya, "Mengapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena,"jawabnya, "tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku selain diriku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Dengan kata lain, maksud dari Margaret adalah , tidak ada orang lain yang bisa membuatmu bahagia. Baik itu pasangan hidupmu , sahabatmu , uangmu , hobimu. Semua itu tidak bisa membuatmu bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena yang bisa membuat dirimu bahagia adalah dirimu sendiri. Kamu bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Kalau kamu sering merasa berkecukupan , tidak pernah punya perasaan minder, selalu percaya diri , kamu tidak akan merasa sedih. Sesungguhnya pola pikir kita yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak, bukan faktor luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya rasul Paulus. Ketika itu rasul Paulus sedang dihimpit oleh keadaan. Ia disiksa dan dipenjara , ditolak kanan kiri. Tapi coba lihat surat-suratnya. Apakah berisi keluh kesah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru sebaliknya! Sebagian besar surat-surat Paulus justru berisikan motivasi , berita gembira dan inspirasi. Rasul Paulus bahagia.Meskipun keadaan sekelilingnya mungkin merupakan alasan ia tidak bahagia, namun ia bahagia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagia atau tidaknya hidupmu bukan ditentukan oleh seberapa kaya dirimu, seberapa cantik istrimu, atau sesukses apa hidupmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini masalah pilihan: apakah kamu memilih untuk bahagia atau tidak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9163754954903590001-6488299286917829470?l=tupos1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tupos1.blogspot.com/feeds/6488299286917829470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/05/bahagia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/6488299286917829470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/6488299286917829470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/05/bahagia.html' title='BAHAGIA'/><author><name>Giant-OZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06354006090747456177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_MedHapV_GYs/SvFJWWOA-TI/AAAAAAAAADM/SQ-DIJlej7k/S220/tes+5.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9163754954903590001.post-5238936689265658670</id><published>2009-05-24T06:22:00.000-07:00</published><updated>2009-05-24T06:27:54.251-07:00</updated><title type='text'>KITA SEMUA ADALAH TEMPAYAN RETAK</title><content type='html'>Seorang tukang air di India memiliki dua tempayan besar; masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan, yang dibawanya menyilang pada bahunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan yang satunya lagi tidak. Jika tempayan yang tidak retak itu selalu dapat membawa air penuh setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya, tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama dua tahun, hal ini terjadi setiap hari. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan yang tidak retak merasa bangga akan prestasinya, karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun si tempayan retak yang malang itu merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya dapat diberikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak itu berkata kepada si tukang air, "Saya sungguh malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf kepadamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa?" tanya si tukang air. "Kenapa kamu merasa malu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa karena adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena cacadku itu, saya telah membuatmu rugi," kata tempayan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya, ia berkata, "Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan, dan itu membuatnya sedikit terhibur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada akhir perjalanan, ia kembali sedih karena separuh air yang dibawanya telah bocor, dan kembali tempayan retak itu meminta maaf pada si tukang air atas kegagalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tukang air berkata kepada tempayan itu, "Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan yang lain yang tidak retak itu? Itu karena aku selalu menyadari akan cacadmu dan aku memanfaatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu, dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu ada, majikan kita tak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap dari kita memiliki cacad dan kekurangan kita sendiri. Kita semua adalah tempayan retak. Namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan kekurangan kita untuk kebaikan yg lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mata Tuhan yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Jangan takut akan kekuranganmu. Kenalilah kelemahanmu dan kamu pun dapat menjadi sarana keindahan Tuhan. Ketahuilah, di dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9163754954903590001-5238936689265658670?l=tupos1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tupos1.blogspot.com/feeds/5238936689265658670/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/05/kita-semua-adalah-tempayan-retak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/5238936689265658670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/5238936689265658670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/05/kita-semua-adalah-tempayan-retak.html' title='KITA SEMUA ADALAH TEMPAYAN RETAK'/><author><name>Giant-OZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06354006090747456177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_MedHapV_GYs/SvFJWWOA-TI/AAAAAAAAADM/SQ-DIJlej7k/S220/tes+5.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9163754954903590001.post-1750947684491095634</id><published>2009-04-01T10:00:00.000-07:00</published><updated>2009-04-01T10:22:24.102-07:00</updated><title type='text'>Bapa Tahu Di Mana Anda Berada</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Apakah anda percaya bahwa Bapa tidak hanya mengasihi anda, tetapi tahu dimana anda berada dan apa yang anda sedang lakukan setiap menit? Saya sungguh percaya setelah pengalaman yang sangat menakjubkan yang saya alami beberapa tahun yang lalu. Pada saat itu saya sedang berkendaraan di jalan bebas hambatan 1-75 dekat Dayton , Ohio , bersama dengan isteri dan anak-anak saya. Kami keluar dari jalan bebas hambatan itu di sebuah tempatperistirahatan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Isteri saya, Barbara, dan anak-anak pergi ke restoran. Saya tiba-tiba merasa butuh meregangkan kaki-kaki saya, sehingga saya menyuruh mereka pergi duluan dan saya katakan akan menyusul mereka kemudian. Saya membeli sekaleng minuman ringan, dan ketika saya sedang berjalan ke toko Dairy Queen,perasaan mengasihani diri sendiri mulai menyelimuti pikiran saya. Saya mengasihi Tuhan, tetapi saya merasa kering dan berbeban berat. Hati saya kosong.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tiba-tiba deringan tak sabar dari sebuah telpon umum terdekat mengembalikan kesadaran saya. Suara dering telpon itu berasal dari kotak telpon umum disebuah pompa bensin di sudut jalan. Apakah tidak ada orang yang akan menjawab telpon itu? Suara berisik dari lalu lintas yang ramai ini pastilah menenggelamkan deringan telpon itu karena penjaga pompa bensin terus mengurus para pengendara yang ingin mengisi bahan bakar, tak sadar akan bunyi dering telpon tanpa henti itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Mengapa tidak ada orang yang menjawab telpon itu?” tanya saya. Saya mulai berpikir. "Mungkin telpon itu penting. Bagaimana kalau telpon itu merupakan panggilan darurat?” Rasa ingin tahu mulai mengatasi ketidak-pedulian saya.Saya melangkah masuk ke telpon umum itu dan mengangkat gagang telpon.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Halo?” kata saya ringan dan menyedot minuman saya. Dari seberang sana terdengar suara operator yang berkata, “Ini telpon interlokal untuk Pak KenGaub.” Mata saya terbelalak, dan saya hampir tersedak oleh es batu yang ada di mulut saya. Setelah menelan dengan susah payah, saya katakan, “Anda gila deh!” Kemudian karena saya menyadari bahwa saya seharusnya tak berkata begitu kepada seorang operator telpon, saya menambahkan, “Ini tak mungkin! Saya sedang berjalan-jalan, tak menunggu telpon dari siapapun, dan tadi tiba-tiba telpon umum ini berdering…”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Apakah Pak Ken Gaub ada di sana ?” operator telpon itu menyela. “Ya, ia ada di sini.” Sambil memikirkan penjelasan yang masuk akal, saya was-was apakah ada kamera tersembunyi yang melacak keberadaan saya! Apakah saya sedang dikerjai dalam sebuah acara reality show? Masih kaget dan bingung, saya bertanya, “Bagaimana caranya anda menemukan saya di sini? Saya sedang berjalan-jalan, lalu telpon umum ini berdering, dan saya mengangkat panggilan telpon ini asal-asalan saja. Mungkinkah anda salah panggil?”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Baiklah,” operator telpon itu bertanya, “apakah Pak Gaub ada di sana atau tidak?” “Ya, saya adalah Ken Gaub,” kata saya, setelah saya akhirnya yakin bahwa panggilan telpon ini sungguhan. Kemudian saya mendengar suara lain berkata, “Ya, itulah dia orangnya, operator. Itulah Ken Gaub.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya mendengarkan seperti orang kebingungan pada suatu suara yang mengenalkan dirinya sendiri, “Saya adalah Millie dari Harrisburg ,Pennsylvania . Anda tidak mengenal saya, Pak Gaub, tetapi saya sedang putus asa. Tolonglah saya.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Apa yang saya dapat bantu?”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ia mulai menangis. Akhirnya ia dapat mengendalikan dirinya dan melanjutkan.“Saya hampir saja bunuh diri, dan telah menulis surat terakhir saya, ketika saya mulai berdoa dan berkata kepada Tuhan bahwa saya sebenarnya tidak mau bunuh diri. Kemudian tiba-tiba saya ingat bahwa saya pernah melihat anda ditelevisi dan saya pikir seandainya saja saya dapat berbicara dengan anda,anda mungkin dapat menolong saya. Saya tahu bahwa hal itu mustahil karena saya tidak tahu bagaimana saya dapat menghubungi anda. Saya juga tidak tahu siapa yang dapat menolong saya untuk menghubungi anda. Kemudian beberapa angka datang ke pikiran saya, dan saya menuliskannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sampai titik ini wanita itu mulai menangis lagi, dan saya berdoa di dalam hati memohon hikmat Tuhan untuk menolongnya. Ia melanjutkan, “Saya melihat deretan angka itu dan berpikir, ‘Mungkinkah saya mendapat mukjizat dari Tuhan, dan Ia memberikan telpon Pak Ken’ Saya akhirnya memutuskan untuk mencoba menelpon anda dengan menggunakan deretan angka itu. Saya tak habis mengerti bahwa sekarang saya sedang berbicara dengan Bapak. Apakah anda mempunyai kantor di Kalifornia?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;”Saya menjawab, “Bu, saya tidak punya kantor di Kalifornia. Kantor saya di Yakima , Washington .”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan terkejut dia bertanya, “Oh, ya? Lalu anda sekarang ada dimana?”“Apakah anda tidak tahu?” jawab saya. “ Kan anda yang menelpon saya duluan.”Wanita itu menjelaskan, “Tetapi saya bahkan tidak tahu saya sedang menelpon kemana. Saya hanya meminta operator untuk menekan tombol telpon sesuai dengan deretan angka yang saya tulis di kertas ini.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Bu, mungkin anda tidak percaya, tetapi saya sekarang sedang berada disebuah telpon umum di Dayton , Ohio !”“Sungguh?” serunya. “Jadi, sedang apa anda sekarang?”Saya menggodanya, “Yah, sekarang saya sedang menelpon anda. Saya sedang berada di sebuah tempat peristirahatan di jalan bebas hambatan menujuDayton , Ohio . Telpon ini berdering ketika saya sedang berjalan-jalan,sehingga saya mengangkatnya.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Karena saya tahu bahwa pertemuan ini mustahil terjadi tanpa pengaturan Tuhan, saya mulai mengonseling wanita itu. Setelah wanita itu menceritakan keputus-asaannya dan frustrasinya, hadirat Roh Kudus membanjiri kotak telpon umum itu dan memberi saya perkataan hikmat di luar kemampuan saya. Dalam waktu beberapa saat, akhirnya wanita itu mau menyerahkan dirinya kepadaTuhan dalam sebuah doa pertobatan dan bertemu dengan Pribadi yang akan menuntunnya keluar dari situasinya yang buruk dan memulai hidup baru. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya berjalan keluar dari kotak telpon umum itu dengan perasaan merinding tentang kepedulian Bapa Sorgawi terhadap setiap anak-anak-Nya. Bagaimana mungkin hal ini merupakan suatu peristiwa kebetulan? Dengan semua telpon umum yang berjumlah jutaan dan kombinasi angka yang tak terhitung, hanyaBapa yang Maha tahu yang dapat menyebabkan wanita itu menghubungi kotak telpon umum itu dalam waktu yang tepat. Dengan melupakan minuman ringan saya dan sangat takjub dengan pengalaman ini, saya berjalan kembali menuju keluarga saya, sambil mengira-ngira apakah isteri saya akan mempercayai kisah saya. Mungkin saya sebaiknya tidak menceritakan hal ini, saya pikir,tetapi saya tak dapat menahannya. “Barbara, kamu pasti tidak percaya! Tuhan tahu dimana saya berada lho!”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yeremia 33:3 *“Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;”*[Ken Gaub- Yakima, Washington -- email from Keith Todd. Naskah bahasaInggeris dikirim oleh Ibu Suharti, diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untukPentas Kesaksian, &lt;a href="http://pentas-kesaksian.blogspot.com/" target="_blank"&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;/a&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9163754954903590001-1750947684491095634?l=tupos1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tupos1.blogspot.com/feeds/1750947684491095634/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/04/bapa-tahu-di-mana-anda-berada.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/1750947684491095634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/1750947684491095634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/04/bapa-tahu-di-mana-anda-berada.html' title='Bapa Tahu Di Mana Anda Berada'/><author><name>Giant-OZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06354006090747456177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_MedHapV_GYs/SvFJWWOA-TI/AAAAAAAAADM/SQ-DIJlej7k/S220/tes+5.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9163754954903590001.post-1869997904246766482</id><published>2009-03-21T03:08:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T03:21:38.313-07:00</updated><title type='text'>Saya Lupa Makan Permennya (a nice story)........</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Alkisah ada dua orang anak laki-laki, Bob dan Bib, yang sedang melewati lembah permen lolipop.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di tengah lembah itu terdapat jalan setapak yang beraspal.Di jalan itulah Bob dan Bib berjalan kaki bersama. Uniknya, dikiri-kanan jalan lembah itu terdapat banyak permen lolipop yang berwarni-warni dengan aneka rasa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Permen-permen yang terlihat seperti berbaris itu seakan menunggu tangan-tangan kecil Bob dan Bib untuk mengambil dan menikmati kelezatan mereka. Bob sangat kegirangan melihat banyaknya permen lolipop yang bisa diambil.Maka ia pun sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ia mempercepat jalannya supaya bisa mengambil permen lolipop lainnya yang terlihat sangat banyak didepannya. Bob mengumpulkan sangat banyak permen lolipop yang ia simpan di dalam tas karungnya. Ia sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut tapi sepertinya permen-permen tersebut tidak pernah habis,maka ia memacu langkahnya supaya bisa mengambil semua permen yang dilihatnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tanpa terasa Bob sampai di ujung jalan lembah permen lolipop. Dia melihat gerbang bertuliskan "Selamat Jalan". Itulah batas akhir lembah permen lolipop.Di ujung jalan, Bob bertemu seorang lelaki penduduk sekitar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lelaki itu bertanya kepada Bob, "Bagaimana perjalanan kamu di lembah permen lolipop?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apakah permen-permennya lezat? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apakah kamu mencoba yang rasa jeruk? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Itu rasa yang paling disenangi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Atau kamu lebih menyukai rasa mangga? Itu juga sangat lezat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Bob terdiam mendengar pertanyaan lelaki tadi.Ia merasa sangat lelah dan kehilangan tenaga. Ia telah berjalan sangat cepat dan membawa begitu banyak permen lolipop yang terasa berat di dalam tas karungnya.Tapi ada satu hal yang membuatnya merasa terkejut dan ia pun menjawab pertanyaan lelaki itu, "Saya lupa makan permennya!"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; Tak berapa lama kemudian, Bib sampai di ujung jalan lembah permen lolipop."Hai, Bob! Kamu berjalan cepat sekali.Saya memanggil-manggil kamu tapi kamu sudah sangat jauh di depan saya.""Kenapa kamu memanggil saya?" tanya Bob.Saya ingin mengajak kamu duduk dan makan permen anggur bersama. Rasanya lezat sekali.Juga saya menikmati pemandangan lembah, indah sekali!" Bib bercerita panjang lebar kepada Bob.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Lalu tadi ada seorang kakek tua yang sangat kelelahan. Saya temani dia berjalan. Saya beri dia beberapa permen yang ada di tas  saya. Kami makan bersama dan dia banyak menceritakan hal-hal yang lucu. Kami tertawa bersama." Bib menambahkan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mendengar cerita Bib, Bob menyadari betapa banyak hal yang telah ia lewatkan dari lembah permen lolipop yang sangat indah. Ia terlalu sibuk mengumpulkan permen-permen itu. Tapi pun ia sampai lupa memakannya dan tidak punya waktu untuk menikmati kelezatannya karena ia begitu sibuk memasukkan semua permen itu ke dalam tas karungnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di akhir perjalanannya di lembah permen lolipop, Bob menyadari suatu hal dan ia bergumam kepada dirinya sendiri, "Perjalanan ini bukan tentang berapa banyak permen yang telah saya kumpulkan.Tapi tentang bagaimana saya menikmatinya dengan berbagi dan berbahagia."Ia pun berkata dalam hati, "Waktu tidak bisa diputar kembali."Perjalanan di lembah lolipop sudah berlalu dan Bob pun harus melanjutkan kembali perjalanannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan kita, banyak hal yang ternyata kita lewati begitu saja. Kita lupa untuk berhenti sejenak dan menikmati kebahagiaan hidup. Kita menjadi Bob di lembah permen lolipop yang sibuk mengumpulkan permen tapi lupa untuk menikmatinya dan menjadi bahagia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pernahkan Anda bertanya kapan waktunya untuk merasakan bahagia? Jika saya tanyakan pertanyaan tersebut kepada para klien saya, biasanya mereka menjawab, "Saya akan bahagia nanti...nanti pada waktu saya sudah menikah...nanti pada waktu saya memiliki rumah sendiri...nanti pada saat suami saya lebih mencintai saya...nanti pada saat saya telah meraih semua impian saya...nanti pada saat penghasilan sudah sangat besar... &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Pemikiran 'nanti' itu membuat kita bekerja sangat keras di saat sekarang'. Semuanya itu supaya kita bisa mencapai apa yang kita konsepkan tentang masa 'nanti' bahagia. Terkadang jika saya renungkan hal tersebut, ternyata kita telah mengorbankan begitu banyak hal dalam hidup ini untuk masa 'nanti' bahagia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ritme kehidupan kita menjadi sangat cepat tapi rasanya tidak pernah sampai di masa 'nanti' bahagia itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ritme hidup yang sangat cepat... target-target tinggi yang harus kita capai, yang anehnya kita sendirilah yang membuat semua target itu...tetap semuanya itu tidak pernah terasa memuaskan dan membahagiakan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Uniknya, pada saat kita memelankan ritme kehidupan kita, pada saat kita duduk menikmati keindahan pohon bonsai di beranda depan, pada saat kita mendengarkan cerita lucu anak-anak kita, pada saat makan malam bersama keluarga,pada saat kita duduk bermeditasi atau pada saat membagikan beras dalam acara bakti sosial tanggap banjir, terasa hidup menjadi lebih indah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika saja kita mau memelankan ritme hidup kita dengan penuh kesadaran;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;* memelankan ritme makan kita,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;* memelankan ritme jalan kita dan menyadari setiap gerak tubuh kita,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;* berhenti sejenak dan memperhatikan tawa indah anak-anak bahkan menyadari setiap hembusan nafas maka kita akan menyadari begitu banyak detil kehidupan yang begitu indah dan bisa disyukuri.&lt;br /&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita akan merasakan ritme yang berbeda dari kehidupan yang ternyata jauh lebih damai dan tenang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan pada akhirnya akan membawa kita menjadi lebih bahagia dan bersyukur seperti Bib yang melewati perjalanannya di lembah permen lolipop.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Quotes Of The Day :   Kesulitan adalah sebuah kendala yang mematangkan kita (Deddy Mizwar)&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9163754954903590001-1869997904246766482?l=tupos1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tupos1.blogspot.com/feeds/1869997904246766482/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/03/saya-lupa-makan-permennya-nice-story.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/1869997904246766482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/1869997904246766482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/03/saya-lupa-makan-permennya-nice-story.html' title='Saya Lupa Makan Permennya (a nice story)........'/><author><name>Giant-OZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06354006090747456177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_MedHapV_GYs/SvFJWWOA-TI/AAAAAAAAADM/SQ-DIJlej7k/S220/tes+5.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9163754954903590001.post-6943733854753455772</id><published>2009-03-08T23:09:00.000-07:00</published><updated>2009-03-08T23:18:20.578-07:00</updated><title type='text'>Tuhan itu nggak ada</title><content type='html'>Ada seorang pelanggan datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika si tukang cukur mulai memotong rambut pelanggannya, mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tukang cukur bilang, “Saya nggak percaya Tuhan itu ada” cetusnya ketus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa kamu ngomong begitu?” timpal si pelanggan heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Begini, coba kamu perhatikan di luar sana, di jalanan sana,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah orang yang sakit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah anak terlantar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah pengemis yang membawa anak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jika Tuhan ada, nggak akan ada yang namanya orang sakit ataupun kesusahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak habis pikir membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang membiarkan ini semua terjadi.” tukas si tukang cukur panjang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pelanggan diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak mau memulai berdebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si pelanggan pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (jabrig awut-awutan istilah sunda-nya), kotor dan brewok yangtidak dicukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu terlihat dekil, kumal, kotor dan tidak terawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian si pelanggan balik ke tempat tukang cukur dan berkata, “Kamu tahu, sebenarnya tukang cukur itu nggak ada!” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tukang cukur tidak terima, “Kamu kok bisa bilang begitu? Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan aja saya mencukurmu!?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak!” elak si pelanggan.“Tukang cukur itu nggak ada. Sebab jika ada, nggak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana.&lt;br /&gt;” si pelanggan menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!” sanggah si tukang cukur.“Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya.” jawab si tukang cukur membela diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tepat!” timpal si konsumen menyetujui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itulah point utamanya, sama dengan Tuhan. Tuhan itu juga ada! Tapi apa yang terjadi, orang-orang tidak mau datang kepada-Nya dan malas untuk mencari-Nya. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di negeri ini.” jelas si pelanggan tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tukang cukur pun speechless…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9163754954903590001-6943733854753455772?l=tupos1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tupos1.blogspot.com/feeds/6943733854753455772/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/03/tuhan-itu-nggak-ada.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/6943733854753455772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/6943733854753455772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/03/tuhan-itu-nggak-ada.html' title='Tuhan itu nggak ada'/><author><name>Giant-OZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06354006090747456177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_MedHapV_GYs/SvFJWWOA-TI/AAAAAAAAADM/SQ-DIJlej7k/S220/tes+5.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9163754954903590001.post-2091482860665579282</id><published>2009-02-26T20:52:00.000-08:00</published><updated>2009-02-26T21:01:09.096-08:00</updated><title type='text'>MERENDAH ITU INDAH</title><content type='html'>Oleh: I Gde Prama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu kesempatan, ada turis asing yang meninggal di Indonesia . Demikian baiknya turis ini ketika masih hidup, sampai-sampai Tuhan memberikan kesempatan untuk memilih: surga atau neraka. Tahu bahwa dirinya meninggal di Indonesia, dan sudah teramat sering ditipu orang, maka iapun meminta untuk melihat dulu baik surga maupun neraka. Ketika memasuki surga, ia bertemudengan pendeta, kiai dan orang-orang baik lainnya yang semuanya duduk sepi sambil membaca kitab suci. Di neraka lain lagi, ada banyak sekali hiburan di sana . Ada penyanyi cantik dan seksi lagi bernyanyi. Ada lapangan golf yang teramat indah. Singkat cerita, neraka jauh lebih dipenuhi hiburandibandingkan surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakin dengan penglihatan matanya, maka turis tadi memohon ke Tuhan untuk tinggal di neraka saja. Esok harinya, betapa terkejutnya dia ketika sampai di neraka. Ada orang dibakar, digantung, disiksa dan kegiatan-kegiatan mengerikan lainnya. Maka proteslah dia pada petugas neraka yang asliIndonesia ini. Dengan tenang petugas terakhir menjawab: 'kemaren kan hari terakhir pekan kampanye Pemilu". Dengan jengkel turis tadi bergumam: 'dasar Indonesia , jangankan pemimpinnya, Tuhannya saja tidak bisa dipercaya!'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda memang tidak dilarang tersenyum asal jangan tersinggung karena ini hanya lelucon. Namun cerita ini menunjukkan, betapa kepercayaan (trust) telah menjadi komoditi yang demikian langka dan mahalnya di negeri tercinta ini. Dan sebagaimana kita tahu bersama, di masyarakat manapun di manakepercayaan itu mahal dan langka, maka usaha-usaha mencari jalan keluar amat dan teramat sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangankan dalam komunitas besar seperti bangsa dan perusahaan dengan ribuan tenaga kerja, dalam komunitas kecil berupa keluarga saja, kalau kepercayaan tidak ada, maka semuanya jadi runyam. Pulang malam sedikit, berujung dengan adu mulut. Berpakaian agak dandy sedikit mengundang cemburu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perusahaan malah lebih parah lagi. Ketidakpercayaan sudah menjadi kanker yang demikian berbahaya. Krisis ekonomi dan konglomerasi bermula dari sini. Buruh yang mogok dan mengambil jarak di mana-mana, juga diawali dari sini.Apa lagi krisis perbankan yang memang secara institusional bertumpu pada satu-satunya modal: trust capital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda rajin membaca berita-berita politik, kita dihadapkan pada siklus ketidakpercayaan yang lebih hebat lagi. Polan tidak percaya pada Bambang. Bambang membenci Ani. Ani kemudian berkelahi dengan Polan. Inilah lingkaran ketidakpercayaan yang sedang memperpanjang dan memperparah krisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lingkungan seperti itu, kalau kemudian muncul kasus-kasus perburuhan seperti kasus hotel Shangrila di Jakarta yang tidak berujung pangkal, ini tidaklah diproduksi oleh manajemen dan tenaga kerja Shangrila saja. Kita semua sedang memproduksi diri seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikan di suatu pagi Anda bangun di pagi hari, membuka pintu depan rumah, eh ternyata di depan pintu ada sekantong tahi sapi. Lengkap dengan pengirimnya: tetangga depan rumah.Pertanyaan saya sederhana saja: bagaimanakah reaksi Anda? Saya sudah menanyakan pertanyaan ini ke ribuan orang. Dan jawabannya pun amat beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, mereka yang pikirannya negatif, 'seperti sentimen, benci, dan sejenisnya', menempatkan tahi sapi tadi sebagai awal dari permusuhan (bahkan mungkin peperangan) dengan tetangga depan rumah. Sebaliknya, mereka yang melengkapi diri dengan pikiran-pikiran positif 'sabar, tenang dan melihat segala sesuatunya dari segi baiknya' menempatkannya sebagai awal persahabatan dengan tetangga depan rumah. Bedanya amatlah sederhana, yang negatif melihat tahi sapi sebagai kotoran yang menjengkelkan. Pemikir positif meletakkannya sebagai hadiah pupuk untuk tanaman halaman rumah yang memerlukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan serupa dengan tahi sapi. Ia tidak hadir lengkap dengan dimensi positif dan negatifnya. Tapi pikiranlah yang memproduksinya jadi demikian. Penyelesaian persoalan manapun 'termasuk persoalan perburuhan ala Shangrila' bisa cepat bisa lambat. Amat tergantung pada seberapa banyak energi-energi positif hadir dan berkuasa dalam pikiran kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita tentang tahi sapi ini terdengar mudah dan indah, namun perkara menjadi lain, setelah berhadapan dengan kenyataan lapangan yang teramat berbeda. Bahkan pikiran sayapun tidak seratus persen dijamin positif, kekuatan negatif kadang muncul di luar kesadaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini mengingatkan saya akan pengandaian manusia yang mirip dengan sepeda motor yang stang-nya hanya berbelok ke kiri. Wanita yang terlalu sering disakiti laki-laki, stang-nya hanya akan melihat laki-laki dari perspektif kebencian. Mereka yang lama bekerja di perusahaan yang sering membohongipekerjanya, selamanya melihat wajah pengusaha sebagai penipu. Ini yang oleh banyak rekan psikolog disebut sebagai pengkondisian yang mematikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peperangan melawan keterkondisian, mungkin itulah jenis peperangan yang paling menentukan dalam memproduksi masa depan. Entah bagaimana pengalaman Anda, namun pengalaman saya hidup bertahun-tahun di pinggir sungai mengajak saya untuk merenung. Air laut jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan air sungai. Dan satu-satunya sebab yang membuatnya demikian, karena laut berani merendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga kehidupan saya bertutur. Dengan penuh rasa syukur ke Tuhan, saya telah mencapai banyak sekali hal dalam kehidupan. Kalau uang dan jabatan ukurannya, saya memang bukan orang hebat. Namun, kalau rasa syukur ukurannya, Tuhan tahu dalam klasifikasi manusia mana saya ini hidup. Dan semua ini saya peroleh, lebih banyak karena keberanian untuk merendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menyebut kehidupan demikian seperti kaos kaki yang diinjak-injak orang. Orang yang menyebut demikian hidupnya maju, dan sayapun melaju dengan kehidupan saya. Entah kebetulan entah tidak. Entah paham entah tidak tentang filosofi hidup saya seperti ini. Seorang pengunjung web site saya mengutip Rabin Dranath Tagore: 'kita bertemu yang maha tinggi, ketika kita rendah hati'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini tidak boleh sederhana. Hidup ini harus hebat, kuat, luas, besar dan bermanfaat. Yang sederhana itu adalah sikapnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9163754954903590001-2091482860665579282?l=tupos1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tupos1.blogspot.com/feeds/2091482860665579282/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/02/merendah-itu-indah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/2091482860665579282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/2091482860665579282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/02/merendah-itu-indah.html' title='MERENDAH ITU INDAH'/><author><name>Giant-OZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06354006090747456177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_MedHapV_GYs/SvFJWWOA-TI/AAAAAAAAADM/SQ-DIJlej7k/S220/tes+5.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9163754954903590001.post-235151556976104824</id><published>2009-02-23T01:46:00.000-08:00</published><updated>2009-02-23T01:52:25.449-08:00</updated><title type='text'>BUAT YG  MULAI PUTUS ASA</title><content type='html'>Di suatu malam, di dalam sebuah ruangan tempat pameran patung-patung bernilai.Terjadilah percakapan antara ubin dan patung…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ubin : “Wah, kamu hebat patung. Dari seharian ini, aku lihat kamu banyak sekali dikagumi oleh para pengunjung. Mereka tidak henti-hentinya mendekat ke arah kamu, melihat-lihat kamu, beberapa mengagumi. Kamu sungguh beruntung sekali dihargai seperti itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patung : “Ahh…kamu ini. Terimakasih pujian kamu. Sekarang ini memang banyak pujian ditujukan ke saya. Mereka mendekat ke saya, mengagumi saya, menghargai nilai saya. Tapi taukah kamu bagaimana saya dulunya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ubin : “Kenapa kamu dulu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patung :”Saya sebetulnya tidak beda dengan kamu dulunya. Kita dibuat dari bahan yang sama. Sama-sama dari marmer. Kita berasal dari sumber yang sama. Bedanya kita di proses yang kita alami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ubin : “Iya yah, kita memang dari bahan yang sama, dari sumber yang sama. Proseslah yang membuat kita beda, sehingga hasil akhirnya pun beda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patung : “Betul proses yang kita tempuh berbeda, sehingga hasil akhirnya berbeda. Kamu ketika diambil dari alam, mengalami sedikit pemotongan, Cuma dipotong pada 4 sisi. Sedangkan saya, saya mengalami banyak sekali pemotongan, puluhan bahkan ratusan kali tubuh saya ini dipahat, terus diukir. Sakit awalnya, gak enak sekali awalnya, gak nyaman ketika saya melalui proses pemotongan,pemahatan, pengukiran, dipahat bersegi-segi, pada beberapa sudut. Kalo saya bisa teriak, saya mau teriak pada pemahat yang sedang memukulkan pahatnya ke tubuh saya ini,cuma saya gak bisa teriak. Saya nikmatin saja prosesnya. Kadang saya mengalami sakit, kadang juga saya dielus sayang oleh pemahatnya. Begitulah proses yang saya lalui dulunya,dan sekarang akhirnya membentuk saya seperti ini.Sekarang saya menjadi suatu bentuk patung pahatan yang begitu indah, begitu dikagumi oleh orang-orang yang melihat saya, begitu dinilai tinggi. Ini semua karena saya sudah melalui prosesnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ubin : “Iya ya, kamu sudah melalui begitu banyak prosesnya. Sedangkan saya Cuma melalui sedikit sekali prosesnya, dipotong cuma pada 4 sisi. sedangkan kamu banyak sekali. Wajar saja kamu begitu dikagumi, begitu bernilai. Beda dengan aku ini, yang sekarang tiap kali diinjak-injak ketika orang lain malah melihat dan mengagumimu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dari artikel motivasi ini, dapat kita petik hikmahnya bahwa untuk menjadi sesuatu/ seseorang bernilai tinggi atau sukses nama lainnya, kita haruslah melewati prosesnya. Karena ini memang sudah satu paket. Mau sukses, harus menjalani prosesnya. Proses ini mungkin terasa tidak nyaman awalnya, karena memang terkadang kita harus melakukan sesuatu di luar zona kenyamanan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya tidak nyaman, namun ketika kita mulai melakukannya, lama-lama pasti akan terbiasa juga, dan akhirnya menjadi suatu kebiasaan. Setelah menjadi suatu kebiasaan, tentukan lagi tujuan yang lebih tinggi, bayar lagi prosesnya. Hingga akhirnya mencapai suatu kualitas hidup yang kita inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga artikel ini bisa menjadi sumber motivasi buat anda yang sedang meraih impian-impian anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9163754954903590001-235151556976104824?l=tupos1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tupos1.blogspot.com/feeds/235151556976104824/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/02/buat-yg-mulai-putus-asa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/235151556976104824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/235151556976104824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/02/buat-yg-mulai-putus-asa.html' title='BUAT YG  MULAI PUTUS ASA'/><author><name>Giant-OZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06354006090747456177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_MedHapV_GYs/SvFJWWOA-TI/AAAAAAAAADM/SQ-DIJlej7k/S220/tes+5.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9163754954903590001.post-4988285706777591018</id><published>2009-02-23T01:37:00.000-08:00</published><updated>2009-02-23T01:45:38.901-08:00</updated><title type='text'>The allegory of the Frog ...</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Lesson of Life N. 1 &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Once upon a time there was a race ...  of frogs&lt;br /&gt;The goal was to reach the top of a high tower.&lt;br /&gt;Many people gathered to see and support them.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;The race began. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;In reality, the people probably didn’t believe that it was possible that the frogs reached the top of the tower, and all the phrases that one could here were of this kind :&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;em&gt;"What pain !!! They’ll never make it!"&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;br /&gt;The frogs began to resign, except for one who kept on climbing&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;The people continued :&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;em&gt;"... What pain !!! They’ll never make it!..." &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;And the frogs admitted defeat, except for the frog who continued to insist.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;At the end, all the frogs quit, except the one who, alone and with and enormous effort, reached the top of the tower.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;The others wanted to know how did he do it. One of them approached him to ask him how he had done it, to finish the race.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;And discovered that he... was deaf! ...Never listen to people who have the bad habit of being negative... because they steal the best aspirations of your heart! Always remind yourself of the power of the words that we hear or read.That’s why, you always have to think positive POSITIVE ! &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Conclusion: Always be deaf to someone who tells you that you can’t and won’t achieve your goals or make come true your dreams.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9163754954903590001-4988285706777591018?l=tupos1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tupos1.blogspot.com/feeds/4988285706777591018/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/02/allegory-of-frog.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/4988285706777591018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/4988285706777591018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/02/allegory-of-frog.html' title='The allegory of the Frog ...'/><author><name>Giant-OZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06354006090747456177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_MedHapV_GYs/SvFJWWOA-TI/AAAAAAAAADM/SQ-DIJlej7k/S220/tes+5.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9163754954903590001.post-1077420554907812384</id><published>2009-02-19T23:57:00.000-08:00</published><updated>2009-02-20T00:11:41.410-08:00</updated><title type='text'>Hikmah dari Kungfu Panda</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;Untuk yang sudah nonton dan yang belum nonton. Hikmah yang bisa diambil dari film ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Po, si Panda jantan, yang sehari-hari bekerja di toko mie ayahnya, memiliki impian untuk menjadi seorang pendekar Kung Fu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Tak disangka, dalam suatu kompetisi, Po dinobatkan sebagai Pendekar Naga yang dinanti-nantikan kehadirannya untuk melindungi desa dari balas dendam Tai Lung.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Saat menonton film animasi ini, kita seperti diingatkan tentang beberapa hal:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;1.The secret to be special is you have to believe you're special.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Po hampir putus asa karena tidak mampu memecahkan rahasia Kitab Naga, yang hanya berupa lembaran kosong. Wejangan dari ayahnya-lah yang akhirnya membuatnya kembali bersemangat dan memandang positif dirinya sendiri. Kalau kita berpikir diri kita adalah spesial, unik, berharga kita pun akan punya daya dorong untuk melakukan hal-hal yang spesial. Kita akan bisa, kalau kita berpikir kita bisa. Seperti kata Master Oogway, You just need to believe&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;2.Teruslah kejar impianmu.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Po, panda gemuk yang untuk bergerak saja susah akhirnya bisa menguasai ilmu Kung Fu. Berapa banyak dari kita yang akhirnya menyerah, gagal mencapai impian karena terhalang oleh pikiran negatif diri kita sendiri? Seperti kata Master Oogway, Kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, saat ini adalah anugerah, makanya disebut Present (hadiah).Jangan biarkan diri kita dihalangi oleh kegagalan masa lalu dan ketakutan masa depan. Ayo berjuanglah di masa sekarang yang telah dianugerahkan Tuhan padamu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;3.Kamu tidak akan bisa mengembangkan orang lain, sebelum kamu percaya dengan kemampuan orang itu, dan kemampuan dirimu sendiri.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Master Shi Fu ogah-ogahan melatih Po . Ia memandang Po tidak berbakat. Kalaupun Po bisa, mana mungkin ia melatih Po dalam waktu sekejap. Kondisi ini berbalik seratus delapan puluh derajat, setelah ShiFu diyakinkan Master Oogway    (-gurunya-) bahwa Po sungguh-sungguh adalah Pendekar Naga dan Shi Fu satu-satunya orang yang mampu melatihnya.Sebagai guru atau orang tua, hal yang paling harus dihindari adalah memberi label bahwa anak ini tidak punya peluang untuk berubah. Sangatlah mudah bagi kita untuk menganggap orang laintidak punya masa depan. Kesulitan juga acap kali membuat kita kehilangan percaya diri, bahwa kita masih mampu untuk membimbing mereka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;4. Tiap individu belajar dengan caranya sendiri dan motivasinya sendiri.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Shi Fu akhirnya menemukan bahwa Po baru termotivasi dan bisa mengeluarkan semua kemampuannya, bila terkait dengan makanan. Po tidak bisa menjalani latihan seperti 5 murid jagoannya yang lain..Demikian juga dengan setiap anak. Kita ingat ada 3 gaya belajar yang kombinasi ketiganya membuat setiap orang punya gaya belajar yang unik. Hal yang menjadi motivasi tiap orang juga berbeda-beda. Ketika kita memaksakan keseragaman proses belajar, dipastikan akan ada anak-anak yang dirugikan..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;5. Kebanggaan berlebihan atas anak/murid/diri sendiri bisa membutakan mata kita tentang kondisi sebenarnya, bahkan bisa membawa mereka ke arah yang salah.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Master Shi Fu sangat menyayangi Tai Lung, seekor macan tutul, murid pertamanya, yang ia asuh sejak bayi. Ia membentuk Tai Lung sedemikian rupa agar sesuai dengan harapannya. Memberikanimpian bahwa Tai Lung akan menjadi Pendekar Naga yang mewarisi ilmu tertinggi. Sayangnya Shi Fu tidak melihat sisi jahat dari Tai Lung dan harus membayar mahal, bahkan nyaris kehilangan nyawanya.Seringkali kita memiliki image yang keliru tentang diri sendiri/anak/ murid kita. Parahnya, ada pula yang dengan sengaja mempertebal tembok kebohongan ini dengan hanya mau mendengar informasidan konfirmasi dari orang-orang tertentu. Baru-baru ini saya bertemu seorang ibu yang selama 14 tahun masih sibuk membohongi diri bahwa anaknya tidak autis. Ia lebih senang berkonsultasi dengan orang yang tidak ahli di bidangautistik. Mendeskreditkan pandangan ahli-ahli di bidang autistik. Dengan sengaja memilih terapis yang tidak kompeten, agar bisa disetir sesuai keinginannya. Akibatnya proses terapi 11 tahun tidak membuahkan hasil yang signifikan. Ketika kita punya image yang keliru, kita akan melangkah ke arah yang keliru.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;6. Hidup memang penuh kepahitan, tapi jangan biarkan kepahitan tinggal dalam hatimu.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Setelah dikhianati oleh Tai Lung, Shi Fu tidak pernah lagi menunjukkan kebanggaan dan kasih sayang pada murid-muridnya. Sisi terburuk dari kepahitan adalah kita tidak bisa merasakan kasih sayang dan tidak bisa berbagi kasih sayang.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;7.Keluarga sangatlah penting.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Di saat merasa terpuruk, Po disambut hangat oleh sang ayah. Berkat ayahnya pula Po dapat memecahkan rahasia Kitab Naga dan menjadi Pendekar nomor satu. Sudahkah kita memberidukungan pada anggota keluarga kita?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9163754954903590001-1077420554907812384?l=tupos1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tupos1.blogspot.com/feeds/1077420554907812384/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/02/hikmah-dari-kungfu-panda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/1077420554907812384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/1077420554907812384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/02/hikmah-dari-kungfu-panda.html' title='Hikmah dari Kungfu Panda'/><author><name>Giant-OZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06354006090747456177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_MedHapV_GYs/SvFJWWOA-TI/AAAAAAAAADM/SQ-DIJlej7k/S220/tes+5.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9163754954903590001.post-4060636480362190085</id><published>2009-02-10T22:48:00.000-08:00</published><updated>2009-02-10T22:56:22.787-08:00</updated><title type='text'>Empati</title><content type='html'>By Andy F Noya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suatu malam, sepulang kerja, saya mampir di sebuah restoran cepat saji di kawasan Bintaro. Suasana sepi. Di luar hujan. Semua pelayan sudah berkemas.Restoran hendak tutup. Tetapi mungkin melihat wajah saya yang memelas karena lapar, salah seorang dari mereka memberi aba-aba untuk tetap melayani. Padahal, jika mau, bisa saja mereka menolak. Sembari makan saya mulai mengamati kegiatan para pelayan restoran. Adayang menghitung uang, mengemas peralatan masak, mengepel lantai dan ada pulayang membersihkan dan merapikan meja-meja yang berantakan.Saya membayangkan rutinitas kehidupan mereka seperti itu dari hari ke hari.Selama ini hal tersebut luput dari perhatian saya. Jujur saja, jika menemani anak-anak makan di restoran cepat saji seperti ini, saya tidak terlalu hirau akan keberadaan mereka. Seakan mereka antara ada dan tiada.Mereka ada jika saya membutuhkan bantuan dan mereka serasa tiada jika saya terlalu asyik menyantap makanan.Namun malam itu saya bisa melihat sesuatu yang selama ini seakan tak terlihat. Saya melihat bagaimana pelayan restoran itu membersihkan sisa-sisa makanan di atas meja. Pemandangan yang sebenarnya biasa-biasa saja. Tetapi, mungkin karena malam itu mata hati saya yang melihat,pemandangan tersebut menjadi istimewa.Melihat tumpukan sisa makan di atas salah satu meja yang sedang dibersihkan, saya bertanya-tanya dalam hati: siapa sebenarnya yang baru saja bersantap di meja itu? Kalau dilihat dari sisa-sisa makanan yang berserakan, tampaknya rombongan yang cukup besar. Tetapi yang menarik perhatian saya adalah bagaimana rombongan itu meninggalkan sampah bekas makanan.Sungguh pemandangan yang menjijikan. Tulang-tulang ayam berserakan diatas meja. Padahal ada kotak-kotak karton yang bisa dijadikan tempat sampah.Nasi di sana-sini. Belum lagi di bawah kolong meja juga kotor oleh tumpahan remah-remah. Mungkin rombongan itu membawa anak-anak.Meja tersebut bagaikan ladang pembantaian. Tulang belulang berserakan.Saya tidak habis pikir bagaimana mereka begitu tega meninggalkan sampah berserakan seperti itu. Tak terpikir oleh mereka betapa sisa-sisa makanan yang menjijikan itu harus dibersihkan oleh seseorang, walau dia seorang pelayan sekalipun.Sejak malam itu saya mengambil keputusan untuk membuang sendiri sisa makanan jika bersantap di restoran semacam itu. Saya juga meminta anak-anak melakukan hal yang sama. Awalnya tidak mudah. Sebelum ini saya juga pernah melakukannya. Tetapi perbuatan saya itu justru menjadi bahan tertawaan teman-teman. Saya dibilang sok kebarat-baratan. Sok menunjukkan pernah ke luar negeri. Sebab di banyak negara, terutama di Eropa dan Amerika,sudah jamak pelanggan membuang sendiri sisa makanan ke tong sampah. Pelayan terbatas karena tenaga kerja mahal. Sebenarnya tidak terlalu sulit membersihkan sisa-sisa makanan kita. Tinggal meringkas lalu membuangnya di tempat sampah. Cuma butuh beberapa menit.Sebuah perbuatan kecil. Tetapi jika semua orang melakukannya, artinya akan besar sekali bagi para pelayan restoran.Saya pernah membaca sebuah buku tentang perbuatan kecil yang punya arti besar. Termasuk kisah seorang bapak yang mengajak anaknya untukmembersihkan sampah di sebuah tanah kosong di kompleks rumah mereka.Karena setiap hari warga kompleks melihat sang bapak dan anaknya membersihkansampah di situ, lama-lama mereka malu hati untuk membuang sampah di situ.Belakangan seluruh warga bahkan tergerak untuk mengikuti jejak sangbapak itu dan ujung-ujungnya lingkungan perumahan menjadi bersih dan sehat.Padahal tidak ada satu kata pun dari bapak tersebut. Tidak ada slogan,umbul-umbul, apalagi spanduk atau baliho. Dia hanya memberikan keteladanan. Keteladanan kecil yang berdampak besar.Saya juga pernah membaca cerita tentang kekuatan senyum. Jika saja setiap orang memberi senyum kepada paling sedikit satu orang yang dijumpainya hari itu, maka dampaknya akan luar biasa. Orang yang mendapat senyum akan merasa bahagia. Dia lalu akan tersenyum pada orang lain yang dijumpainya.Begitu seterusnya, sehingga senyum tadi meluas kepada banyak orang. Padahal asal mulanya hanya dari satu orang yang tersenyum.Terilhami oleh sebuah cerita di sebuah buku "Chicken Soup", saya kerap membayar karcis tol bagi mobil di belakang saya. Tidak perduli siapa dibelakang. Sebab dari cerita di buku itu, orang di belakang saya pasti akan merasa mendapat kejutan. Kejutan yang menyenangkan. Jika hari itu dia bahagia, maka harinya yang indah akan membuat dia menyebarkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang yang dia temui hari itu. Saya berharap virus itu dapat menyebar ke banyak orang. Bayangkan jika Anda memberi pujian yang tulus bagi minimal satu orang setiap hari. Pujian itu akan memberi efek berantai ketika orang yangAnda puji merasa bahagia dan menularkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang di sekitarnya. Anak saya yang di SD selalu mengingatkan jika saya lupa mengucapkan kata"terima kasih" saat petugas jalan tol memberikan karcis dan uang kembalian. Menurut dia, kata "terima kasih" merupakan "magic words" yang akan membuat orang lain senang. Begitu juga kata "tolong" ketika kita meminta bantuan orang lain, misalnya pembantu rumah tangga kita. Dulu saya sering marah jika ada angkutan umum, misalnya bus, mikrolet,bajaj, atau angkot seenaknya menyerobot mobil saya. Sampai suatu hariistri saya mengingatkan bahwa saya harus berempati pada mereka. Para supir kendaraan umum itu harus berjuang untuk mengejar setoran. "Sementara kamu kan tidak mengejar setoran?'' Nasihat itu diperoleh istri saya dari sebuah tulisan almarhum Romo Mangunwijaya. Sejak saat itu, jika ada kendaraan umum yang menyerobot seenak udelnya, saya segera teringat nasihat istri tersebut.Saya membayangkan, alangkah indahnya hidup kita jika kita dapat membuatorang lain bahagia. Alangkah menyenangkannya jika kita bisa berempati pada perasaan orang lain. Betapa bahagianya jika kita menyadari dengan membuang sisa makanan kita di restoran cepat saji, kita sudah meringankan pekerjaan pelayan restoran. Begitu juga dengan tidak membuang karcis tol begitu saja setelah membayar, kita sudah meringankan beban petugas kebersihan. Dengan tidak membuang permen karet sembarangan, kita sudah menghindari orang dari perasaankesal karena sepatu atau celananya lengket kena permen karet.Kita sering mengaku bangsa yang berbudaya tinggi tetapi berapa banyak diantara kita yang ketika berada di tempat-tempat publik, ketika membukapintu, menahannya sebentar dan menoleh kebelakang untuk berjaga-jagaapakah ada orang lain di belakang kita? Saya pribadi sering melihat orang yangmembuka pintu lalu melepaskannya begitu saja tanpa perduli orang dibelakangnya terbentur oleh pintu tersebut. Jika kita mau, banyak hal kecil bisa kita lakukan. Hal yang tidak memberatkan kita tetapi besar artinya bagi orang lain. Mulailah dari hal-hal kecil-kecil. Mulailah dari diri Anda lebih dulu. Mulailah sekarang juga.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9163754954903590001-4060636480362190085?l=tupos1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tupos1.blogspot.com/feeds/4060636480362190085/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/02/empati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/4060636480362190085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/4060636480362190085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/02/empati.html' title='Empati'/><author><name>Giant-OZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06354006090747456177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_MedHapV_GYs/SvFJWWOA-TI/AAAAAAAAADM/SQ-DIJlej7k/S220/tes+5.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9163754954903590001.post-2346518808295348658</id><published>2009-02-03T22:02:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T22:10:13.844-08:00</updated><title type='text'>I CAN'T SEE A BEAUTIFUL DAY</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Seorang anak laki2 tunanetra duduk di tangga sebuah bangunan dengan sebuah topi terletak di dekat kakinya. Ia mengangkat sebuah papan yang bertuliskan: 'Saya buta, tolong saya.' Hanya ada beberapa keping uang di dalam topi itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seorang pria berjalan melewati tempat anak ini. Ia mengambil beberapa keping uang dari sakunya dan menjatuhkannya ke dalam topi itu. Lalu ia mengambil papan, membaliknya dan menulis beberapa kata. Pria ini menaruh papan itu kembali sehingga orang yang lalu lalang dapat melihat apa yang ia baru tulis. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Segera sesudahnya, topi itu pun terisi penuh. Semakin banyak orang memberi uang ke anak tuna netra ini. Sore itu pria yang telah mengubah kata-kata di papan tersebut datang untuk melihat perkembangan yang terjadi. Anak ini mengenali langkah kakinya dan bertanya, 'Apakah bapak yang telah mengubah tulisan di papanku tadi pagi? Apa yang bapak tulis?' &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pria itu berkata, 'Saya hanya menuliskan sebuah kebenaran. Saya menyampaikan apa yang kamu telah tulis dengan cara yang berbeda.' Apa yang ia telah tulis adalah: 'Hari ini adalah hari yang indah dan saya tidak bisa melihatnya.' Bukankah tulisan yang pertama dengan yang kedua sebenarnya sama saja? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tentu arti kedua tulisan itu sama, yaitu bahwa anak itu buta. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, tulisan yang pertama hanya mengatakan bahwa anak itu buta. Sedangkan, tulisan yang kedua mengatakan kepada orang-orang bahwa mereka sangatlah beruntung bahwa mereka dapat melihat. Apakah kita perlu terkejut melihat tulisan yang kedua lebih efektif? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Moral dari cerita ini: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Bersyukurlah untuk segala yang kau miliki. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Jadilah kreatif. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Jadilah innovatif. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Berpikirlah dari sudut pandang yang berbeda dan positif.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ajaklah orang-orang lain menuju hal-hal yang baik dengan hikmat. Jalani hidup ini tanpa dalih dan mengasihi tanpa rasa sesal. Ketika hidup memberi engkau 100 alasan untuk menangis, tunjukkan pada hidup bahwa engkau memiliki 1000 alasan untuk tersenyum. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Hadapi masa lalumu tanpa sesal.&lt;br /&gt;Tangani saat sekarang dengan percaya diri.&lt;br /&gt;Bersiaplah untuk masa depan tanpa rasa takut.&lt;br /&gt;Peganglah iman dan tanggalkan ketakutan.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Orang bijak berkata, 'Hidup harus menjadi sebuah proses perbaikan yang terus berlanjut, membuang kejahatan dan mengembangkan kebaikan... Jika engkau ingin menjalani hidup tanpa rasa takut, engkau harus memiliki hati nurani yang baik sebagai tiketnya.   &lt;br /&gt;Hal yang terindah adalah melihat seseorang tersenyum..&lt;br /&gt;Tapi yang terlebih indah adalah mengetahui bahwa engkau adalah alasan di belakangnya! !!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;May God bless you all....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9163754954903590001-2346518808295348658?l=tupos1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tupos1.blogspot.com/feeds/2346518808295348658/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/02/i-cant-see-beautiful-day.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/2346518808295348658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/2346518808295348658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/02/i-cant-see-beautiful-day.html' title='I CAN&apos;T SEE A BEAUTIFUL DAY'/><author><name>Giant-OZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06354006090747456177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_MedHapV_GYs/SvFJWWOA-TI/AAAAAAAAADM/SQ-DIJlej7k/S220/tes+5.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9163754954903590001.post-692063989267364783</id><published>2009-02-02T22:05:00.000-08:00</published><updated>2009-02-02T22:15:49.022-08:00</updated><title type='text'>Bisakah Jadi Bos untuk Diri Sendiri?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Seringkali kita berkhayal memiliki usaha sendiri dan bagaimana senangnya bisa jadi bos. Menurut data situs careerbuilder.com, setiap tahunnya ada satu juta bisnis baru yang diluncurkan, tapi 85 persennya gagal dan tutup dalam kurun waktu kurang dari lima tahun. Sebenarnya ada beberapa indikator yang bisa menunjukkan apakah Anda bisa menjadi pemilik usaha yang efektif. Untuk mengetahuinya, Robin Ryan, seorang konsultan karier, menyarankan Anda menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Apakah Anda seorang pemulai?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seharusnya niat untuk memulai sebuah bisnis berasal dari Anda sendiri, bukan suruhan orang lain. Nah, apakah Anda orang yang mau memulai sesuatu yang baru, mengatur dan menyiapkan semuanya hingga hal kecil?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Bisa menghadapi risiko keuangan?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam bisnis selalu ada siklus dan pasang surutnya, termasuk juga dalam hal keuntungan. Begitu bisnis dimulai, Anda harus siap menghadapi pengeluaran operasional yang harus ditanggung sebelum ada pemasukan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Punya skill bisnis?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anda harus mahir memikat konsumen. Pelanggan yang setia dan yang baru adalah urat nadi dalam kelangsungan bisnis. Karena itu Anda harus menguasai keterampilan ini, termasuk akunting, perencanaan, operasional, penjualan, dan kepuasan pelanggan, untuk tetap bertahan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Punya cukup stamina? &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Punya bisnis sendiri artinya siap bekerja keras. Bisakah Anda bekerja 12 jam setiap hari dalam seminggu?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Termotivasi pada pencapaian tertentu ?.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Banyak pengusaha sukses yang dapat kebahagiaan dari "kemenangan" dalam menjalankan bisnis. Jatuh bangun dalam mencapai kesuksesan dianggap sebagai permainan yang penuh tantangan. Mereka merasa fun. Orang-orang dalam tipe ini punya keinginan dan passion untuk jadi yang pertama.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Apakah Anda seorang pengambil keputusan?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pemilik bisnis dituntut untuk siap mengambil keputusan dengan cepat dan mandiri. Anda harus siap meneliti segala kemungkinan untuk meminimalkan risiko dan berani mengambil keputusan segera.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Bisa menghadapi berbagai kepribadian?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seorang pengusaha harus membangun jejaring dengan berbagai sifat dan kepribadian manusia, termasuk pelanggan, staf, bank, vendor, hingga akuntan. Keberhasilan Anda menghadapi berbagai tipe kepribadian tersebut ikut menentukan kesuksesan usaha.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Siap tak ada pemasukan?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Buatlah daftar rinci mengenai kebutuhan yang penting untuk memulai bisnis Anda. Buat anggaran yang terpisah dengan biaya hidup keluarga dan tetapkan proyeksi keuntungan. Jangan mengharapkan untung berlipat dalam sebuah usaha yang baru tumbuh, karena itu pisahkan perencanaan keuangan keluarga Anda sebagai antisipasi terjadinya kegagalan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber kompas.com &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9163754954903590001-692063989267364783?l=tupos1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tupos1.blogspot.com/feeds/692063989267364783/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/02/bisakah-jadi-bos-untuk-diri-sendiri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/692063989267364783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/692063989267364783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/02/bisakah-jadi-bos-untuk-diri-sendiri.html' title='Bisakah Jadi Bos untuk Diri Sendiri?'/><author><name>Giant-OZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06354006090747456177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_MedHapV_GYs/SvFJWWOA-TI/AAAAAAAAADM/SQ-DIJlej7k/S220/tes+5.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9163754954903590001.post-1682386237672121098</id><published>2009-02-02T21:55:00.000-08:00</published><updated>2009-02-02T21:59:26.569-08:00</updated><title type='text'>Konsentrasi, Kunci Menuju Kesuksesan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Keberhasilan anda dalam menyelesaikan setiap pekerjaan sangat dipengaruhi oleh konsentrasi anda dalam bekerja. Karena dengan konsentrasi yang terbagi maka akan buyar sehingga mustahil anda dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik.Sebelum mulai kerja, persiapkan terlebih dahulu semua bahan dan data yang akan anda gunakan untuk bekerja.Hayati dan kuasai prosedur kerja sehingga saat anda bekerja anda tidak akan bingung dan bertanya ke sana kemari. Jangan lupa untuk membuat jadwal dan prioritas kerja. Artinya jangan mengerjakan beberapa tugas dalam waktu bersamaan. Selesaikan tugas yang paling penting lalu beralih ke tugas berikutnya.Meja kerja yang berantakan juga mempengaruhi kualitas kerja anda. Jadi anda atur meja kerja anda dengan rapi dan organisasikan peralatan dan bahan-bahan kerja diatas meja dengan baik. Sehingga saat anda membutuhkan maka anda tidak perlu buang-buang waktu untuk mencari peralatan dan bahan kerja tersebut.Hindari suara atau bunyi-bunyian yang mengganggu. Seandainya anda ingin mendengarkan musik sebaiknya nyalakan dengan volume yang rendah. Karena suara-suara yang berisik bisa mengalihkan perhatian anda.Pusatkan perhatian hanya pada pekerjaan yang sedang anda lakukan. Usahakan saat mengerjakan suatu tugas, jangan memikirkan hal lain yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.Hindarikan diri anda dari gangguan-gangguan yang tidak perlu seperti interupsi telpon yang tidak penting, obrolan rekan kerja anda dan tamu yang tidak diundang.Hal yang tidak kalah penting untuk berkonsentrasi adalah kesehatan. Dengan kondisi tubuh yang prima anda dapat lebih berkonsentrasi tanpa terganggu oleh rasa sakit yang membuat anda menderita. Karena itu, jangan lupa menjaga kesehatan agar anda lebih berkonsentrasi dalam bekerja dan berpikir.Dengan melakukan hal-hal tersebut diatas dapat membantu anda meningkatkan konsentrasi kerja. Tapi tentu saja anda harus melakukannya dengan sungguh-sungguh. Oke...Sukses untuk anda...sumber : &lt;a href="http://www.sugih.co.cc/"&gt;www.sugih.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9163754954903590001-1682386237672121098?l=tupos1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tupos1.blogspot.com/feeds/1682386237672121098/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/02/konsentrasi-kunci-menuju-kesuksesan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/1682386237672121098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/1682386237672121098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/02/konsentrasi-kunci-menuju-kesuksesan.html' title='Konsentrasi, Kunci Menuju Kesuksesan'/><author><name>Giant-OZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06354006090747456177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_MedHapV_GYs/SvFJWWOA-TI/AAAAAAAAADM/SQ-DIJlej7k/S220/tes+5.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9163754954903590001.post-7707711776368450816</id><published>2009-01-25T05:04:00.000-08:00</published><updated>2009-01-25T05:09:54.653-08:00</updated><title type='text'>Etos dan Kultur Jepang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Tulisan ini tidak bertutur tentang legenda Bangsa Samurai dahulu kala; namun berkisah tentang Jepang saat ini. Dongeng di sini berarti sesuatu yang mengherankan bila disandingkan dengan kondisi keseharian di tanah air. Meski Jepang bukanlah negeri dongeng yang sempurna, ada nilai-nilai kebaikan universal terealisir yang menarik untuk disimak dan diaplikasikan di tanah air tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini merupakan fragmentasi keseharian saya, istri, dan beberapa kawan dekat kami di Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;01. Kantor pemerintahan dan pelayanan publik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda pernah m eli hat sekelompok semut? Nah, begitulah kira-kira situasi kantor pemerintahan daerah di Jepang. Tidak ada "semut" yang diam termangu, apalagi membaca koran; seluruh karyawan kantor senantiasa bergerak, dari saat bel mulai kerja hingga pulang larut malam. Tak habis pikir, saya tatap dalam-dalam "semut-semut" yang sedang bekerja tersebut; kadang kala saya curi pandang: jangan-&lt;br /&gt;jangan mereka sedang ber-internet ria seperti kebiasaan saya di kampus. Ingin saya mengetahui makanan apa gerangan yang dikonsumsi para pegawai itu sehingga mereka sanggup berjam-jam duduk, berkonsentrasi, dan menatap monitor yang bentuknya tidak berubah tersebut. Tata ruang kantor khas Jepang: mulai pimpinan hingga staf teknis duduk pada satu ruangan yang sama - tanpa sekat; semua bisa meli hat bahwa semuanya bekerja. Satu orang membaca koran, pasti akan ketahuan. Aksi yang bagi saya dramatis ini masih ditambah lagi dengan aksi lari-lari dari pimpinan ataupun staf dalam melayani masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, mereka berlari dalam arti yang sesungguhnya dan ekspresi pelayanan yang sama seriusnya. Wajah mereka akan menatap anda dalam-dalam dengan pola serius utuh diselingi dengan senyuman. Saya hampir tak percaya dengan perkataan kawan saya yang mempelajari system pemerintahan Jepang, bahwa gaji mereka - para "semut"&lt;br /&gt;tersebut - tidak bisa dikatakan berlebihan. Sesuai dengan standard upah di Jepang. Yang saya baca di internet, mereka memiliki kebanggaan berprofesi sebagai abdi negara; kebanggaan yang menutupi penghasilan yang tidak berbeda dengan profesi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyandang status mahasiswa, saya mendapatkan banyak kemudahan dan fasilitas dari Pemerintah Jepang. Untuk mengurus berbagai keringanan tersebut, saya harus mendatangi kantor kecamatan (kuyakusho) atau walikota (shiyakusho) setempat. Beberapa dokumen harus diisi; khas Jepang: teliti namun tidak menyulitkan. Dalam berbagai kesempatan saya harus mengisi kolom semacam: apakah anda melakukan pekerjaan sambilan (arubaito = part time job), apakah anak anda tinggal bersama anda (untuk mengurus tunjangan anak), dsb. Dan dalam banyak hal, pertanyaan-pertanyaan tersebut cukup dijawab dengan lisan: ya atau tidak. Tidak perlu surat-surat pembuktian dari "RT, RW, Kelurahan" dsb. Saya percaya bahwa sistem yang baik selalu mensyaratkan kejujuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem berlandaskan kejujuran akan cepat maju dan meningkat, sekaligus sangat efisien. Mengetahui bahwasanya saya adalah orang asing yang kurang lancar berbahasa Jepang, saya mendapatkan "fasilitas" diantar kesana-kemari pada saat mengurus berbagai dokumen untuk mengajukan keringanan biaya melahirkan istri&lt;br /&gt;saya. Hal ini terjadi beberapa kali. Seorang senior saya pernah mengatakan, begitu anda masuk ke kantor pemerintahan di Jepang, maka semua urusan akan ada (dan harus ada) solusinya. Lain hari saya membaca prinsip "the biggest (service) for the small" yang kurang lebih bermakna pelayanan dan perhatian yang maksimal untuk orang-orang yang kurang beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pameo "kalau ada yang sulit, mengapa dipermudah" tidak saya jumpai di Jepang. Pada suatu urusan di kantor walikota (shiyakusho) saya diminta untuk menyerahkan surat pajak penghasilan. Saya mengatakan bahwa saya sudah pernah, di masa yang lalu, menyerahkan surat yang sama ke bagian lain di kantor tersebut. Saya sudah siap dan pasrah seandainya mereka menjawab bahwa saya harus mengurus kembali surat&lt;br /&gt;tersebut ke kantor kecamatan sebelum saya pindah ke kota ini. Agak tertegun sekaligus lega mendapat jawaban bahwa staf divisi tersebut akan mendatangi divisi lain tempat saya pernah menyerahkan dokumen pajak saya sekian bulan yang lalu. Dia akan mengkopinya dari sana .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil jalan yang mudah, namun tetap mengedepankan ketelitian. Itulah yang saya jumpai di Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berstatus mahasiswa yang berkeluarga (baca: harus berhemat), kami sempat terkejut melihat tagihan listrik bulanan yang melonjak hingga 10 kali lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan pengusutan sederhana, tahulah kami bahwa ada kesalahan pencatatan meter listrik oleh petugas - sebuah kesalahan yang tidak umum di negeri ini. Segera saat itu pula saya telpon perusaah listrik wilayah Kansai untuk mengkonfirmasikan kesalahan tersebut. Berkali-kali kata sumimasen (yang bisa pula berarti maaf) keluar dari mulut operator telepon. Saya menganggapnya sudah selesai, karena operator berjanji untuk segera melakukan tindak lanjut. Belum berapa lama meletakkan tas di laboratorium pagi itu, istri menelpon dari rumah perihal kedatangan petugas listrik untuk meminta maaf dan menarik slip tagihan. Setibanya di rumah malam harinya, baru tahulah saya bahwa yang datang bukanlah sekelas petugas lapangan (dari kartu nama yang ditinggalkannya) dan tahulah saya bahwa dia tidak sekedar meminta maaf, karena bingkisan berisi sabun dan shampo merk cukup terkenal menyertai kartu nama petugas tersebut. Saya hanya berharap, waktu itu, bahwa petugas pencatat yang keliru tidak akan bunuh diri. Karena kekeliruan dalam&lt;br /&gt;bekerja, secara umum, menyangkut kehormatan di Negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengetahui dari sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja di Jepang akan sebuah paradigma "Bila anda datang ke kantor pada pukul 09.00 (jam resmi masuk kantor di Jepang) dan pulang pada pukul 17.00 (jam resmi pulang kantor di Jepang), maka atasan dan kawan-kawan anda akan mengatakan bahwa anda tidak memiliki niat bekerja". Saya membuktikan pameo tersebut, karena setiap hari saya bersepeda&lt;br /&gt;melintasi kantor walikota (shiyakusho) . Sebagian besar lampu di kantor itu masih menyala hingga pukul 20.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan beberapa kali saya jumpai staf kantor tersebut memasuki stasiun kereta, juga sekitar pukul 20.00. Hal ini berarti, mereka semua memiliki niat bekerja - versi Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;02.Pasar, pertunjukan kejujuran dan perhatian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali pernah kami memb eli sebungkus buah-buahan dengan bandrol murah; favorit bagi kalangan mahasiswa asing seperti saya. Saya sudah mengetahui bahwa ada sedikit cacat (gores atau bekas benturan) pada permukaan beberapa buah-buahan - sesuai dengan harga murah yang disematkan padanya. Pada saat kami hendak membayar buah tersebut, penjual buah buru-buru menerangkan dan menunjuk-nunjuk kondisi sedikit cacat pada beberapa buah-buahan tersebut, dan kembali memastikan niat kami memb eli nya. Sembari tersenyum, tentu saja kami mengatakan "daijobu" (tidak apa-apa), karena kami sudah m eli hatnya dari awal. Beberapa kawan kami mengiyakan pada saat kami menceritakan kejadian yang bagi kami cukup mengherankan ini; ini berarti sikap jujur tersebut tidak dimonopoli oleh satu-dua pedagang. Mereka mengerti betul bahwa kejujuran adalah prasyarat utama keberhasilan dalam berdagang. Tidak perlu meraup untung sesaat dalam jumlah besar, bila nantinya akan kehilangan pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga hari ini, pada saat bertransaksi di kasir, kami selalu menerima uang kembalian dalam jumlah yang utuh - sesuai dengan yang tertera pada slip pembayaran. Tidak kurang, meski hanya satu yen (mata uang terkecil di Jepang). Tidak ada "pemaksaan" untuk menerima permen sebagai pengganti nominal tertentu. Selain kagum dengan&lt;br /&gt;praktek berdagang yang baik ini, kami sekaligus kagum dengan system perbankan Jepang yang mampu menyediakan uang recehan untuk pedagang dan vending machine (mesin penjual otomatis) di se-antero&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jepang. Meski bagi sebagian kalangan, uang kembalian terlihat "sepele"; hal ini bisa menyebabkan ketidakikhlasan pembeli terhadap transaksi jual-beli .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri saya selalu berbelanja bersama anak-anak; dan karena "keriangan" anak-anak, pada beberapa kasus, pak telur atau buah-buahan bisa meluncur ke lantai. Dua kali terjadi beberapa telur dalam satu pak pecah akibat keriangan anak-anak, dan satu kali melibatkan buah yang mudah penyok. Pada semua kejadian tersebut, petugas supermarket melihat dan segera mengganti barang-barang tersebut dengan yang baru. Padahal kami datang dengan wajah lelah dan pasrah untuk membayarnya, karena kami menyadari benar bahwa ini adalah kelalaian kami. Bahkan pada satu kasus, barang tersebut sudah dibayar istri saya. Pada saat kami menerangkan bahwa ini semua ketidaksengajaan anak-anak kami, dengan ramah petugas supermarket&lt;br /&gt;menyahut "daijobu yo" (tidak apa-apa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat berkesempatan mengunjungi sebuah negara lain di Asia untuk sebuah konferensi, saya baru menyadari keramahtamahan petugas supermarket di Jepang. Di Jepang, bila anda menanyakan keberadaan sebuah barang, maka petugas tidak sekedar memberi arah petunjuk pada anda, namun dia akan mengantarkan anda hingga berjumpa dengan barang yang dicari; dan petugas baru akan meninggalkan anda setelah memastikan bahwa everything is ok. Hal ini tidak berarti bahwa jumlah petugas supermarket di Jepang demikian banyaknya hingga mereka berkesempatan jalan-jalan di dalam supermarket yang sangat besar; justru sebaliknya, jumlah petugas selalu sesuai benar dengan kebutuhan, dan mereka selalu bergerak - seperti semut. Di sebuah toko elektronik, seorang petugas yang menjelaskan spesifikasi komputer yang anda tanyai adalah juga kasir tempat anda membayar serta petugas yang melakukan packing akhir terhadap komputer yang anda beli .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;03.Polisi, sistem yang bekerja dan melindungi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sempat terheran-heran manakala pertama menginjakkan kaki di Kobe demi meli hat postur polisi dan kendaraannya yang tidak lebih gagah dibandingkan dengan petugas pos di Indonesia. Benar, ini bukan metafora. Memang ada pula polisi di tingkat prefecture (propinsi) yang gagah mengendarai motor besar bak Chip - ini jumlahnya sedikit. Namun polisi kota besar seukuran Kobe - salah satu kota metropolis di Jepang, posturnya tidak segagah polisi yang sering saya jumpai di&lt;br /&gt;jalan-jalan Republik. Anda tentu menganggap saya sedang bergurau bila saya mengatakan bahwa motor polisi di Kota Kobe dan Ashiya serupa benar dengan bebek terbang tahun 70-an. Saya tidak bergurau.&lt;br /&gt;Ini Kobe dan Ashiya, dua kota di negara macan ekonomi dunia. Bebek terbang tersebut dilengkapi dengan boks besi di bagian belakang - mirip dengan petugas pengantaran barang kiriman. Namun, sekali bapak atau mbak polisi ini menghentikan kendaraan, tidak pernah saya melihat ada diantaranya yang berusaha lari. Tidak ada gunanya lari di negara dengan sistem network yang sangat baik ini. Ke mana pun anda lari, kesitu pula polisi dengan uniform yang serupa akan menghampiri anda. Pelan namun pasti. Saya akhirnya mafhum, bahwa polisi di sini lebih pada fungsi kontrol dan pengambilan keputusan (decision maker) - kedua fungsi ini memang tidak mensyaratkan badan yang harus berotot dan berisi. Tak heran saya melihat mas-mas polisi muda berkacamata melakukan patroli dengan bebek terbangnya. Mereka hanya&lt;br /&gt;perlu melihat, mengawasi, dan mengambil keputusan. Selebihnya, sistem yang akan bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;04.Lingkungan hidup dan transportasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jepang bukanlah negara dengan penduduk kecil. Populasi negara ini hampir separuh populasi Republik tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, wilayah negara ini didominasi oleh pegunungan yang sulit untuk dihuni. Pegunungan yang tetap hijau, membuat saya menduga bahwa Pemerintah Jepang memang sengaja membiarkan kehijauan melekat pada daerah pegunungan tersebut. Tokyo adalah kota besar dengan jumlah penduduk terbesar se-dunia, mengalahkan New York dan berbagai kota besar di mancanegara. Besarnya penduduk, sempitnya&lt;br /&gt;dataran yang bisa dihuni, dan tingginya tingkat ekonomi mensiratkan dua hal: kerapian dan kebersihan. Anda akan sangat kesulitan menjumpai sampah anthrophogenik (akibat aktivitas manusia) di jalan- jalan di Jepang. Kemana mata anda memandang, maka kesitulah anda akan tertumbuk pada situasi yang bersih dan rapi. Orang Jepang meletakkan sepatu/alas kaki dengan tangan, bukan dengan kaki ataupun dilempar begitu saja. Mereka menyadari bahwa ruang (space) yang mereka miliki tidak luas, sehingga semuanya harus rapi dan tertata.&lt;br /&gt;Sepatu dan alas kaki diletakkan dengan posisi yang siap untuk digunakan pada saat kita keluar ruangan. Hal ini sesuai dengan karakteristik mereka yang senantiasa well-prepared dalam berbagai hal. Kadang saya menjumpai kondisi yang ekstrim; seorang pasien yang sedang menunggu giliran di depan saya berbicara dan menggerakkan&lt;br /&gt;anggota tubuhnya sendiri. Saya tahu bahwa ruang periksa di hadapan kami bukan ditempati psikiater ataupun neurophysicist. Belakangan saya tahu dari kawan yang belajar di bidang kedokteran, boleh jadi pasien tersebut sedang mempersiapkan dialog dengan dokternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transportasi di Jepang didominasi oleh angkutan publik, baik bus, kereta (lokal, ekspres, super ekspres), shinkansen, dan pesawat terbang (antar wilayah). Baiknya sistem dan sarana transportasi di Jepang membuat anda tidak perlu berkeinginan untuk memiliki kendaraan sendiri - kecuali bila anda tinggal di country-side yang&lt;br /&gt;tidak memiliki banyak alat transportasi umum. Kereta dan shinkansen (kereta antar kota super ekspres) mendominasi moda transportasi di Jepang. Sebuah sumber yang saya ingat menyebutkan bahwa kepadatan lalu lintas kereta di Jepang hádala yang tertinggi di dunia. Di Jepang, kereta dan shinkansen digerakkan menggunakan listrik. Hal ini tidak menyebabkan polusi udara di perkotaan, karena listrik diproduksi terpusat. PLTN sebagai salah satu sumber pemasok utama energi listrik di Jepang, tentu saja, juga berkontribusi pada rendahnya polusi udara karena, praktis, PLTN tidak mengemisikan CO2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasehat "tengoklah duru kiri dan kanan sebelum menyeberang jalan" mungkin tidak sangat penting untuk diterapkan bila anda menyeberang di tempat yang telah disediakan di Jepang. Anda cukup menunggu lambang pejalan kaki berubah warna menjadi hijau; insya Allah anda akan selamat sampai ke seberang - tanpa perlu menengok kiri dan kanan. Saat berkesempatan mengunjungi kota besar lain di Asia,&lt;br /&gt;kebiasaan menyeberang ala Jepang sempat membuat saya hamper terserempet motor; lampu hijau saja ternyata tidaklah cukup di kota ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;05.Kesehatan dan rumah sakit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jepang mengerti benar bahwa orang-orang yang sehatlah yang lebih mampu memajukan bangsa dan negaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa di tempat saya belajar, Kobe University, wajib melakukan pemeriksaan kesehatan (gratis) setahun sekali. Fasilitas kesehatan di Jepang mendapat perhatian yang tinggi dari pemerintah. Sebagai orang asing, mahasiswa pula, kami dianjurkan untuk mengikuti program asuransi nasional. Dengan mengikuti program ini, kami hanya perlu membayar 30% dari biaya berobat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari yang 30% tersebut, sebagai mahasiswa asing, saya akan mendapatkan tambahan potongan sebesar 80% (yang belakangan turun menjadi 35%) dari Kementrian Pendidikan Jepang. Berstatuskan mahasiswa, kami membayar premi asuransi per-bulan yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan orang kebanyakan. Dari laporan rutin yang dikirimkan oleh pihak asuransi kepada kami, tahulah saya bahwa&lt;br /&gt;ongkos berobat kami selalu (jauh) lebih besar dari premi asuransi yang saya bayarkan setiap bulannya. Berbekal kartu asuransi nasional, datang ke rumah sakit ataupun ke klinik swasta bukan lagi menjadi hal yang menakutkan bagi keluarga kami di Jepang. Jangan membayangkan bahwa pihak rumah sakit atau klinik swasta akan memberikan perlakuan yang berbeda kepada para pemegang kartu asuransi - apalagi untuk kami yang mendapatkan kartu tambahan khusus keluarga tidak mampu. Para dokter dan perawat melayani dengan keramahan yang tidak berkurang serta prosedur yang sama&lt;br /&gt;sederhananya. Keramahan di sini berarti keramahan yang sebenar-benarnya. Baik anda kaya ataupun miskin, proses masuk dan keluar dari rumah sakit di Jepang adalah sama mudahnya. Saat istri melahirkan di rumah sakit pemerintah di Ashiya, saya disodori formulir yang berisi opsi pembayaran: tunai, lewat bank, dll. Tidak menjadi sebuah keharusan bagi seorang pasien untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran di hari dia harus keluar dari rumah sakit.&lt;br /&gt;Alhamdulillah kami mendapatkan keringanan biaya melahirkan dari Pemerintah Kota Ashiya; selain bisa melenggang dari rumah sakit tanpa bayar pada hari itu, tagihan dari Kantor Walikota (setelah dipotong subsidi dari pemerintah) juga baru datang dua bulan kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saling percaya adalah kuncinya.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yuli Setyo Indartono. Mahasiswa S3 di Graduate School&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9163754954903590001-7707711776368450816?l=tupos1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tupos1.blogspot.com/feeds/7707711776368450816/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/01/etos-dan-kultur-jepang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/7707711776368450816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/7707711776368450816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/01/etos-dan-kultur-jepang.html' title='Etos dan Kultur Jepang'/><author><name>Giant-OZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06354006090747456177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_MedHapV_GYs/SvFJWWOA-TI/AAAAAAAAADM/SQ-DIJlej7k/S220/tes+5.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9163754954903590001.post-1306474506331246254</id><published>2009-01-23T21:45:00.000-08:00</published><updated>2009-01-23T21:47:07.532-08:00</updated><title type='text'>NIKMATILAH KOPINYA ,... BUKAN CANGKIRNYA!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sekelompok alumni University California of Bekeley yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua.&lt;br /&gt;Percakapan segera terjadi dan mengarah pada komplain tentang stess di pekerjaan dan kehidupan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan poci besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis.&lt;br /&gt;Dari porselin, plastik, gelas, kristal, gelas biasa, beberapa diantara gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk menuang sendiri kopinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, professor itu mengatakan : "Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan yang murah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi.&lt;br /&gt;Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukanlah cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang perhatikan hal ini : Kehidupan bagai kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi dalam masyarakat adalah cangkirnya.&lt;br /&gt;Cangkir bagaikan alat untuk memegang dan mengisi kehidupan. Jenis cangkir yang kita miliki tidak mendefinisikan atau juga mengganti kualitas kehidupan yang kita hidupi.&lt;br /&gt;Seringkali, karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan memasak dan membuat kopi, bukan cangkirnya. Jadi nikmatilah kopinya, bukan cangkirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarilah jika kehidupan anda itu lebih penting dibanding pekerjaan anda.&lt;br /&gt;Jika pekerjaan anda membatasi diri anda dan mengendalikan hidup anda, anda&lt;br /&gt;menjadi orang yang mudah diserang dan rapuh akibat perubahan keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan akan datang dan pergi, namun itu seharusnya tidak merubah diri anda sebagai manusia. Pastikan anda membuat tabungan kesuksesan dalam kehidupan selain dari pekerjaan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So enjoy your day and work and keep make relationship&lt;br /&gt;with others :)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9163754954903590001-1306474506331246254?l=tupos1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tupos1.blogspot.com/feeds/1306474506331246254/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/01/nikmatilah-kopinya-bukan-cangkirnya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/1306474506331246254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/1306474506331246254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/01/nikmatilah-kopinya-bukan-cangkirnya.html' title='NIKMATILAH KOPINYA ,... BUKAN CANGKIRNYA!'/><author><name>Giant-OZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06354006090747456177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_MedHapV_GYs/SvFJWWOA-TI/AAAAAAAAADM/SQ-DIJlej7k/S220/tes+5.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9163754954903590001.post-1131682684066120044</id><published>2009-01-23T21:40:00.000-08:00</published><updated>2009-01-23T21:43:04.280-08:00</updated><title type='text'>4 Tips Kerja Tanpa Stres</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;1. Meja kerja bersih&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Meja kerja yang bersih dari kertas kerja akan sangat membantu anda untuk lebih fokus pada apa yang sedang dikerjakan. Pekerjaan akan cepat selesai karena pandangan tidak terganggu dengan tumpukan kertas di atas meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.Bekerja dengan prioritas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yup, SEMUA pekerjaan memang penting untuk diselesaikan secepatnya.&lt;br /&gt;Tapi, kita harus bisa membedakan mana yang mendesak untuk diselesaikan, mana yang bisa sedikit ditunda. Bekerjalah dengan prioritas! Dan beban pikiran pun akan jauh berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Segera ambil keputusan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Semakin cepat anda mengambil keputusan dalam menghadapi masalah, semakin cepat pula masalah anda akan terselesaikan. And, guess what?. Anda tidak perlu lagi berlama-lama stress memikirkan masalah itu. Bukan pekerjaan yang gampang, tapi harus dilakukan secepatnya supaya tidak berlarut-larut. SEMANGAT!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Delegasikan pekerjaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada orang di dunia ini yang bisa melakukan segala pekerjaan tanpa bantuan orang lain. So, biasakan untuk mulai membagi beban kerja dengan orang lain di tim kerja anda. Stress berkurang dan anda pun akan punya lebih banyak waktu luang untuk aktivitas lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih juga stress? Mungkinkah karena anda tak punya pilihan lain dan merasa dipaksa untuk mengerjakan sesuatu yang sama sekali bukan minat anda? Atau, lebih parah lagi... Anda merasa diperlakukan seperti sapi perah yang hanya menghasilkan keuntungan buat boss anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, sudah saatnya anda bergerak maju dan bebaskan diri anda dari stress! Caranya? Cari peluang bisnis sampingan yang bisa mendatangkan penghasilan tambahan. Dengan bertambahnya penghasilan, anda akan punya lebih banyak pilihan dan otomatis stress pun jauh dari pikiran anda...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9163754954903590001-1131682684066120044?l=tupos1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tupos1.blogspot.com/feeds/1131682684066120044/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/01/4-tips-kerja-tanpa-stres.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/1131682684066120044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/1131682684066120044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/01/4-tips-kerja-tanpa-stres.html' title='4 Tips Kerja Tanpa Stres'/><author><name>Giant-OZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06354006090747456177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_MedHapV_GYs/SvFJWWOA-TI/AAAAAAAAADM/SQ-DIJlej7k/S220/tes+5.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9163754954903590001.post-5797202482011942838</id><published>2009-01-23T21:06:00.000-08:00</published><updated>2009-01-23T21:19:57.215-08:00</updated><title type='text'>13 Rahasia Sukses</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Angka 13 tidak selamanya menjadi angka sial atau tidak bertuah, justru angka 13 di sini akan membawa anda Sukses. Buktikan !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. DESIRE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Desire" berbeda dari "want". Desire adalah want yang telah Anda suntik dengan emosi. Want hanya membuang-buang waktu. Rasa "ingin" hanya membuat Anda frustrasi. Apa yang Anda perlukan adalah desire, yaitu semangat, ghirah, atau bahkan obsesi. Desire-lah yang akan mengaktifkan "law of attraction". Desire adalah "burning passion". Untuk punya desire, suntikkanlah emosi positif ke dalam keinginan Anda. Bagaimana caranya? Cobalah bedakan ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya mau jadi juara kelas."&lt;br /&gt;"Saya mau jadi juara kelas! Saya harus jadi juara kelas!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. FAITH&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Faith adalah keyakinan.&lt;br /&gt;Apakah Anda mau mengkhayal untuk kesuksesan Anda?&lt;br /&gt;Atau, Anda mau mengkhayal bahwa Anda tidak bisa mencapainya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrie Wongso berkata, "Sukses adalah hak Saya!" Ya, beliau benar. Itu sebabnya, perjuangkan dan capailah hak Anda. Hak untuk sukses. Itu juga sebabnya, Anda harus yakin bahwa Anda memang akan sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan Anda perlu diluruskan. Berhentilah meyakini sebuah kesuksesan, hanya karena kesuksesan itu telah terbukti berdasarkan catatan sejarah. Mulailah meyakini kesuksesan baru yang belum pernah ada. Anda boleh saja berharap sukses seperti mereka yang telah sukses. Tapi, ketahuilah bahwa kesuksesan Anda sangatlah unik sifatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhentilah meyakini kesuksesan, hanya atas dasar sejarah pembuktian. Berhentilah membayangkan sukses, pada apa saja yang sudah terbukti sebelumnya. Mulailah meyakini kesuksesan Anda sendiri. Kesuksesan Anda yang unik dan tidak ada yang menyamainya. Mengapa? Sebab pikiran Anda, adalah benda yang "kreatif" dan bukan "kompetitif"!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. AFIRMASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering-seringlah mengafirmasi diri Anda sendiri. Ini penting untuk menggantikan berbagai pikiran negatif dan pesimis, dengan pikiran yang positif dan optimis.&lt;br /&gt;Pahamilah analogi ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mangga yang ranum dan nikmat, tidur sebagai biji.&lt;br /&gt;Mobil yang mewah dan nyaman, dimulai dari pabrik yang berisik, kotor dan berdebu.&lt;br /&gt;Setiap kesuksesan, benihnya di dalam kepala Anda.&lt;br /&gt;Jika benih itu sehat, baik, dan kuat, maka pikiran Anda akan merealisasikan kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. PENGETAHUAN APLIKATIF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda harus bisa membedakan informasi dari fakta. Anda harus memiliki pengetahuan yang aplikatif. Dan Anda, harus bisa mengaplikasikan ilmu, keahlian, dan pengetahuan Anda. Ilmu dan pengetahuan yang hanya di kepala, tidak ada gunanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You have to have it, and then apply it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. IMAJINASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imajinasi Anda bisa berbentuk dua macam. Yang pertama "imajinasi sintetik", dan yang kedua "imajinasi kreatif". Bedakan keduanya, dan berhentilah menggunakan imajinasi sintetik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imajinasi sintetik, muncul manakala Anda berimajinasi tentang sesuatu yang baru, padahal Anda hanya menyusun ulang koleksi pikiran dan prasangka Anda sebelumnya. Dengan bahan baku yang "jadul", maka imajinasi Anda juga akan tetap "jadul". Sukses Anda, sudah pasti "jadul". Imajinasi Anda akan menjadi imajinasi berdasarkan prasangka Anda sendiri. Tidak kreatif dan kurang objektif. Contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menaikkan penjualan.&lt;br /&gt;Membuat mobil yang lebih cepat.&lt;br /&gt;Sistem pengairan yang lebih efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang salah dengan semua itu, akan tetapi kesuksesan Anda menjadi lebih kecil, karena memang lebih mudah mencapainya. Untuk kesuksesan yang lebih besar, Anda harus berani membiasakan diri pada imajinasi kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu bukanlah bagian dari sukses, melainkan bagian dari "kewajiban operasional" Anda. Anda memang melakukannya, tapi itu bukan target kesuksesan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. RENCANA TERORGANISIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasakan diri Anda untuk menuliskan sasaran secara detil dan kongkrit. Perbedaan antara mimpi di siang bolong dan rencana yang baik, ada pada detil dan kongkritnya. Ini tidak mudah dilakukan, tapi Anda harus tetap mengupayakannya. Inilah hasil riset Napoleon Hill:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;95% orang yang memiliki sasaran tertulis dan secara harian meresapinya, berakhir dengan mencapai kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;95% orang yang tidak memiliki dan tidak melakukannya, berakhir dengan kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. KEPUTUSAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan Anda adalah hal yang teramat penting. Mengapa? Karena keputusan Anda adalah cerminan dari bekerjanya akal Anda. Ingatlah bahwa fungsi akal Anda adalah untuk memilih alias memutuskan. Karakteristik akal Anda, sesuai akar katanya, adalah "terikat". Terikat pada apa? Terikat pada pilihan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat juga selalu kesalahan utama dalam mengambil keputusan, yaitu terlambat, terlalu sering berubah, dan terlalu cepat berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. PERSISTEN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah hukum yang satu ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosperity = Purpose + Passion + Persistence&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persisten itu istiqomah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calvin Coolidge mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nothing in the world can take the place of persistence. Talent will not; nothing is more common than unsuccessful men with talent. Genius will not; unrewarded genius is almost a proverb. Education will not; the world is full of educated derelicts. Persistence and determination alone are omnipotent."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. MASTERMIND&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda harus membangun jaringan. Anda juga harus membangun mastermind. Menurut Napoleon Hill, 1 + 1 = 3. Maksudnya, dua pikiran yang saling memperkuat, akan menghasilkan pemikiran ketiga yang memiliki kekuatan sangat besar. Anda tidak bisa berdiri sendiri, Anda harus bekerjasama dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.TRANSMUTASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa pikiran Anda, adalah bibit kasat mata yang akan ditransformasi menjadi sebuah kesuksesan yang real, nyata, dan ada secara fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia mengkhayal bisa terbang, kini ada pesawat udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia berkhayal bisa berbicara secara nirkabel, sekarang ada handphone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kasat mata, menjadi realitas fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. ALAM BAWAH SADAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhentilah menomorduakan alam bawah sadar Anda. Alam bawah sadar Andalah yang sesungguhnya mengkonstruksi diri Anda. Anda boleh menyebutnya dengan intuisi, firasat, fitrah, atau bahkan hati atau kalbu. Sesuaikanlah konsep ini dengan sistem keyakinan Anda. Jangan musyrik atau percaya pada takhyul. Pelajarilah sistem alam bawah sadar Anda dengan benar bersama pembimbing rohani Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam bawah sadar Andalah yang memberi sinyal kepada alam sadar Anda. Alam bawah sadar Anda adalah sistem monitor dan sekaligus sistem peringatan dini untuk Anda. Jika Anda memperlakukannya dengan benar, maka Anda akan berjalan pada arah yang benar. Menuju kesuksesan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. OTAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa otak Anda, adalah satu kesatuan dengan tubuh fisik Anda. Jagalah kesehatan dan sisi positifnya, seperti Anda menjaga kesehatan tubuh Anda. Pahamilah siapa sesungguhnya komandan di dalam diri Anda. Otak Anda hanya alat, "Anda"-lah yang memberi perintah kepadanya. Lupa ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. INDERA KE-ENAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan klenik, juga bukan takhyul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indera ke-enam Anda, adalah kombinasi rahasia nomor 1 sampai dengan 12 di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketigabelas rahasia sukses itulah, yang telah mensukseskan lebih dari 20.000 orang, dan menjadikan lebih dari 500 orang sebagai manusia paling sukses pada zamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari buku "Think And Grow Rich"., by Napoleon Hill&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9163754954903590001-5797202482011942838?l=tupos1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tupos1.blogspot.com/feeds/5797202482011942838/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/01/13-rahasia-sukses.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/5797202482011942838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9163754954903590001/posts/default/5797202482011942838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tupos1.blogspot.com/2009/01/13-rahasia-sukses.html' title='13 Rahasia Sukses'/><author><name>Giant-OZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06354006090747456177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_MedHapV_GYs/SvFJWWOA-TI/AAAAAAAAADM/SQ-DIJlej7k/S220/tes+5.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
